Tiga Tewas, 16 Luka-luka Kecelakaan Maut di Oe'ekam TTS
Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Desa Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, Senin, 21 Juni 2021 pukul 23.00 Wita
POS-KUPANG.COM, SOE -Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Desa Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, Senin, 21 Juni 2021 pukul 23.00 Wita. Dump truk mengangkut sekitar 20 penumpang terbalik, tiga orang meninggal dunia.
"Ada 3 orang yang meninggal, sedangkan 13 orang lainnya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke Puskesmas Oe'ekam," kata Kepala Desa Oe'ekam Jayode Nabunome ketika dikonfirmasi, Senin malam.
Korban tewas teridentifikasi bernama Elkana Liu, Yohanis Ati dan Joni Bantaikan. Elkana meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Yohanis dan Joni menghembuskan napas terakhir di Puskesmas Oe'ekam.
Mengetahui ada truk terbalik, warga setempat berdatangan memberi pertolongan. Para korban dibaringkan di tanah sebelum dibawa ke Puskesmas Oe'ekam guna mendapatkan pertolongan medis.
Baca juga: Didesak Segera Proses Kasus Kecelakaan Lalulintas di Rega, Begini Respon Kapolres Ngada
Korban selamat, Maria Bisa bersyukur karena masih bisa selamat. Warga Desa Fotilo, Kecamatan Amanatun Utara menuturkan, dia bersama anggota keluarga hendak ke Manlea, Kabupaten Malaka. Mereka hendak menjemput saudaranya, Asti Fai sehingga menumpang truk.
Menurut Maria, mereka berangkat dari Desa Fotilo sekitar pukul 16.30 Wita.
Saat tiba di Desa Oe'ekam, melintas jalan yang menikung, tiba-tiba mobil truk oleng dan langsung terguling beberapa kali. Beberapa penumpang terlempar keluar truk.
"Kejadiannya cepat sekali. Mobil oleng, tiba-tiba langsung terbalik seperti menghantam sesuatu. Saya dalam mobil hanya bisa berteriak minta tolong sambil tangan pegang di gagang pintu depan," ujar Maria yang mengaku duduk di kursi depan dekat sopir.
Baca juga: Angka Kecelakaan Lalulintas Menurun di Awal 2021
Setelah truk berhenti terguling, Maria merangkak keluar sambil meminta pertolongan warga. Saat ini Maria dirawat di IGD RSUD SoE.
"Saya alami luka di bagian pinggang dan tangan. Saya beruntung masih bisa selamat," ucapnya.
Korban selamat lainnya, Joldi Baim Un mengalami patah tulang paha kiri, luka pada bagian kepala dan bahunya. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil menahan rasa sakit.
Kronologi
Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Stevenson Albertino Bessie menjelaskan kronologi kecelakaan. Menurutnya, peristiwa bermula ketika truk dengan nomor polisi DH 8483 EA yang disopiri Rudi Nikodemu Ninu melaju dari arah Fotilo hendak menuju Kiufukan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Baca juga: Kapolda NTT Irjen Lotaria Latif Ungkap Menekan Angka Kecelakaan Lalulintas Sebagai Pekerjaan Besar
Truk itu mengangkut 19 penumpang. Saat melintas di jalan raya Desa Oe'ekam, truk melaju dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba sopir hilang kendali sehingga truk menabrak kayu kemudian terbalik.
"Sopir memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sebelum terbalik, mobil sempat oleng dan menabrak batang kayu," jelas Albertino, Selasa (22/6).
Akibat kecelakaan tunggal tersebut, lanjut Albertino, tiga penumpang meninggal dunia, lima orang mengalami luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan. Para korban sempat dibantu warga sekitar dan anggota dari Polsek Amanuban Timur sebelum dibawa ke Puskesmas Oe'ekam.
"Sebagian korban masih dirawat di Puskesmas Oe'ekam dan sebagin sudah dirujuk di RSUD SoE," ujar Albertino.
Ia mengatakan, anggota Satlantas Polres TTS yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. "Anggota kita sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti," katanya.
Albertino mengungkapkan, sopir truk Rudi Nikodemu Ninu selamat dan sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil olah TKP, diketahui sopir dalam keadaan mabuk. Di dalam truk itu ditemukan minuman sopi (arak).
"Kita masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dalam waktu dekat kita akan segera lakukan gelar." Albertino memastikan ban kiri truk terlepas setelah menabrak batang pohon.
Jenguk Korban
Tujuh korban kecelakaan mengalami patah tulang sehingga dirujuk ke RSUD SoE. Dokter yang bertugas di IGD RSUD SoE, dr Dodik Prasetyo mengatakan, mayoritas mengalami patah tulang sehingga harus dirujuk lagi ke RSUD Prof Dr WZ Johannes.
"Di SoE belum ada dokter spesialis bedah tulang sehingga terpaksa para korban harus dirujuk lagi ke Kupang guna menjalani operasi bedah tulang," kata Dodik, Selasa (22/6).
Dodik menyampaikan kepada korban dan keluarganya mengenai rencana dirujuk lagi ke Kupang. Namun mereka keberatan. Keluarga korban beralasan lamanya waktu pengobatan, jarak yang jauh serta biaya.
Para korban memilih menjalani pengobatan tradisional di kampung. "Korban dan keluarga korban ini maunya pulang saja. Mereka mau pakai obat tradisional, tidak mau dirujuk lagi ke kupang. Kita masih terus melakukan pendekatan dengan keluarga korban," ujarnya.
Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay menjenguk tujuh korban kecelakaan truk yang dirawat di RSUD SoE. Selain memberikan penguatan kepada korban dan keluarga, Wabup Army memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah.
"Seluruh biaya nanti Pemda TTS yang tanggung. Jadi korban dan keluarga tidak perlu memikirkan hal tersebut," katanya.
Saat berbincang dengan keluarga korban, terungkap bahwa mayoritas korban ingin pulang ke rumah menjalani pengobatan tradisional. Namun Wabup Army meminta korban menjalani pengobatan medis.
"Mereka semua maunya pulang untuk pengobatan tradisional tapi kita harus pikirkan juga keselamatan dan kesembuhan mereka. Saya minta agar semua tetap menjalani pengobatan medis dan sebagian sudah mau," ujar Wabup Army.
Ia juga berkomunikasi dengan para dokter dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk menolong para korban. Jika ada yang perlu dibantu pemerintah, Wabup Army meminta tenaga medis bisa langsung berkomunikasi dengannya.
"Kalau ada butuh apa-apa untuk tolong para korban bisa komunikasi dengan saya. Saya minta tolong rawat mereka dengan baik," imbuh Wabup Army. (din)
Berita Kabupaten TTS Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mobil-dump-truk-yang-terbalik-di-oeekam.jpg)