Breaking News:

Salam Pos Kupang

Mengendus Jaringan Pekerja Anak

KITA mengapresiasi Polda NTT yang di-back up Polres Sikka melakukan razia tempat-tempat hiburan di Kota Maumere, Kabupaten Sikka

Editor: Kanis Jehola
Mengendus Jaringan Pekerja Anak
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KITA mengapresiasi Polda NTT yang di-back up Polres Sikka melakukan razia tempat-tempat hiburan di Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Sepertinya sudah lama sekali baru kita mendapat kabar razia seperti ini. Begitu dilakukan razia, hasilnya tidak main-main, 17 pekerja anak di bawah umur berhasil dijaring.

Itu pun baru di satu kota. Kita bisa bayangkan kalau semua kota di Provinsi NTT dilakukan razia serupa, tinggal kalkulasi jumlahnya, sudah pasti mencengangkan.

Baca juga: Kisah Pilu Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Baca juga: Prediksi Portugal Vs Jerman, Cristiano Ronaldo Cs Diunggulkan di EURO 2020, Cek Klasemen Euro 2020

Meskipun nama-nama tempat hiburan disembunyikan, dari inisial saja masyarakat sudah langsung tahu apa nama lengkap dari inisial-insial itu.

Kenapa? Karena tempat-tempat hiburan itu sudah ada dari dulu, dan di masa lalu tempat-tempat hiburan itu sudah ulang-ulang kedapatan mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Karena itu, sangat sulit diterima kalau mereka berdalih tidak tahu aturan yang berlaku.

Para pengelola tempat-tempat hiburan ini sudah sangat tahu aturan tentang larangan mempekerjakan anak-anak di bawah umur, apalagi di tempat-tempat hiburan. Maka, ketika ditemukan adanya pekerja di bawah umur, sudah dipastikan pengelola dengan sadar melanggar aturan itu.

Kalau melihat asal-usul para pekerja di bawah umur yang terjaring, jelas bahwa mereka bukan orang Maumere, bukan orang Sikka, bukan orang Flores dan bukan orang NTT. Mereka datang dari Pulau Jawa.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 18 Juni 2021: Menjadi Berkat

Baca juga: Cerita Febronia Siswi Smater Don Bosko Lewoleba Lolos Tes Fakultas Kedokteran UGM

Pertanyaannya, bagaimana mungkin anak-anak seumur itu bisa datang ke Maumere? Tentu saja ada yang merekrut. Itu berarti ada jaringannya. Karena itu, kerja polisi tidak cukup dengan merazia tempat-tempat hiburan, tetapi juga mengendus dan memutus jaringannya sampai ke Pula Jawa.

Maka, Polda NTT tidak bekerja sendiri, harus berkoordinasi dengan Polda-Polda lain, terutama di Pulau Jawa.

Selain itu, berbagai lembaga terkait di luar kepolisian pun perlu mendukung kerja polisi dengan memberikan informasi yang cepat dan akurat sehingga operasi polisi tepat sasar.

Masyarakat juga jangan masa bodoh dengan kenyataan seperti ini. Intinya, ketika Anda melihat praktik mempekerjakan anak di bawah, apalagi di tempat hiburan, itu adalah pelanggaran karena mengeksploitasi anak. Maka, tidak usah ragu-ragu, segera laporkan kepada aparat kepolisian.

Kepada kepolisian kita harapkan untuk terus melakukan razia seperti ini. Para pelaku harus diproses hukum dan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. Terima kasih juga kepada TRuK-F yang rela menampung para pekerja anak yang terjaring dalam operasi ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved