Breaking News:

Mahasiswa di Kupang Tega Cabuli Balita

Penyidik Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang menggelar rekonstruksi kasus pencabulan anak di bawah umur dengan tersangka NDM alias Niel (18)

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/POLSEK KUPANG TENGAH
REKONSTRUKSI - Polsek Kupang Tengah Polres Kupang menggelar rekonstruksi kasus pencabulan balita dengan tersangka NDM alias Niel (18), Jumat 11 Juni 2021. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Penyidik Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang menggelar rekonstruksi kasus pencabulan anak di bawah umur dengan tersangka NDM alias Niel (18), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang, Jumat (11/6). Korban berinisial BR, bayi perempuan berusia 1 tahun 3 bulan.

"Berdasarkan 2 alat bukti serta perbuatan tersangka memenuhi unsur pasal tindak pidana percabulan terhadap anak sehingga diterbitkan surat penetapan tersangka," jelas Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka ketika dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Elpidius memimpin reka ulang di Polsek Kupang Tengah. Tersangka melakonkan 14 adegan saat rekonstruksi selama satu jam. NDM dengan tenang melaksanakan rekonstruksi yang dikawal polisi.

Rekonstruksi dihadiri Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, M. Ikhwanul Fiaturrahman SH, Kasi Barang Bukti Kejari Kabupaten Kupang Agus Zaini SH, jaksa peneliti berkas Vinsya Murtiningsih, SH serta penasehat hukum tersangka, Yohanes Peni SH.

Baca juga: Promo Spesial Mingguan Alfamart Senin 14 Juni 2021, Bayar Pakai ShopeePay Ekstra Potongan Rp 2000

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Senin 14 Juni 2021: Janganlah Melawan Orang yang Berbuat Jahat Kepadamu!

Setelah dilakukan rekonstruksi akan dilakukan penyerahan tahap II termasuk tersangka dan barang bukti sebelum masa penahanan tersangka selesai pekan depan.
Kasus ini terungkap awal Februari 2021 lalu.

Melalui gelar perkara, penyidik menetapkan NDM, asal Desa Maukuru, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor sebagai tersangka. Selanjutnya dilakukan penahanan dan tersangka dititipkan pada sel Polres kupang.

BR, bayi perempuan berusia 1 tahun 3 bulan, menjadi korban pencabulan NDM yang selama ini tinggal dan mengasuh korban. Aksi NDM terjadi di rumah orang tua korban di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (19/2) sekitar pukul 20.00 Wita.

Baca juga: Spanyol vs Swedia: Siap Tempur Meski Persiapan Tidak Ideal

Baca juga: Suku Boti TTS Hidup Selaras Alam: Batang Damar Pengganti Sabun Cuci Pakaian

Kasus ini dilaporkan ayah korban, AH (26) ke Polsek Kupang Tengah, dengan laporan polisi nomor LP/B/14/II / 2021/Sek Kupang Tengah.

Pada hari kejadian, ibu korban sedang memasak, sedangkan tersangka menjaga korban. Ayah korban sedang tidak di rumah.

Saat menjaga dengan cara memangku korban, tersangka menonton video porno di hand phone (HP) miliknya. Tiba-tiba tersangka bernafsu sehingga menggendong dan membawa korban ke kamar tidurnya. NDM membaringkan korban di ujung tempat tidur lalu mencabuli korban.

Ibu korban MLA (22) yang mengetahui hal itu langsung menelpon suaminya dan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kupang Tengah. Tersangka sempat berlutut minta maaf kepada MLA. Tersangka mengaku salah dan menyebut aksinya diluar kesadarannya.

Tak lama berselang datang warga sekitar. Selanjutnya, MLA dan warga membawa NDM ke Polsek Kupang Tengah. Anggota Polsek Kupang Tengah kemudian mendatangi lokasi kejadian dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs Titus Uly untuk divisum.

Perbuatan NDM dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam pidana maksimal 15 tahun penjara. (cr6)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved