Breaking News:

Lakukan Penertiban, Satuan Narkoba Polres Ngada Amankan 45 Jeriken Miras

Hal itu dilakukan memang karena akhir-akhir ini banyak kejadian tindak pidana yang dipicu oleh minuman keras.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Narkoba Polres Ngada Ipda Efridus Watu Moi memperlihatkan tumpukan jeriken berisi miras di Polres Ngada, Senin 14 Mei 2021. 

Lakukan Penertiban, Satuan Narkoba Polres Ngada Amankan 45 Jeriken Miras

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Satuan Reserse Narkoba Polres Ngada kembali melakukan penertiban peredaran minuman keras (miras) di wilayah tersebut. Penertiban tersebut dilakukan berdasarkan atensi dari Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) karena akhir-akhir ini banyak tindak pidana yang dipicu oleh menegak minuman keras.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Ngada Ipda Efridus Watu Moi kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Senin 14 Juni 2021.

Efridus mengatakan, pihaknya melakukan penertiban miras lokal tersebut karena adanya atensi dari Kapolda NTT. Hal itu dilakukan memang karena akhir-akhir ini banyak kejadian tindak pidana yang dipicu oleh minuman keras.

Baca juga: Kapolres Rio Cahyowidi Lantik Pejabat Baru Dilingkungan Polres Ngada

Karena adanya atensi dari Kapolda NTT, maka pihaknya yang berada di jajaran polres langsung melakukan penertiban peredaran miras di pasar-pasar.

Dijelaskannya, selama tahun 2021 ini, pihaknya sudah melakukan operasi penertiban miras sebanyak tiga kali yang dilakukan sejak tiga minggu yang lalu. Dari hasil operasi tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Ngada sudah menertibkan sebanyak 45 jumbo miras yang dikemas dalam jeriken besar berukuran 35 liter.

Rinciannya, di pasar Mataloko, pihaknya berhasil menyita sekira 32 jeriken, di pasar Jerebuu sebanyak 13 jeriken, dan yang terakhir di pasar Aimere, namun pihaknya idak ditemukan pedagang yang menjual miras.

Baca juga: Kasat Lantas Polres Ngada Imbau Orangtua Tidak Mengizinkan Anak Dibawah Umur Berkendara

"Jenis miras yang disita rata-rata arak (miras lokal, red)," ujarnya.

Efridus menjelaskan, pada saat melakukan operasi tersebut, para penjual miras sangat kooperatif dan mereka tidak melakukan perlawanan saat Satuan Reserse Polres Ngada melakukan penyitaan.

"Kami menganjurkan kepada mereka para penjual supaya ada izin untuk jual. Jangan jual secara ilegal seperti ini. Begitu juga dengan produksi. Harus ada izin usahanya, sehingga usahanya legal," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved