Breaking News:

Usut Kasus Newmont di NTB, Diam-Diam Firli Bahuri Temui Tuan Guru Bajang, Sosok Ini Ungkap Fakta Itu

Saat ini tak terkuak lagi kasus Newmont yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun terbetik kabar tak sedap terkait kasus itu.

Instagram/Tuan Guru Bajang
Tuan Guru Bajang (kanan) bersama dengan H Sanusi Baco 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Saat ini tak terkuak lagi kasus dugaan korupsi PT Newmont yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun terbetik kabar tak sedap terkait kasus itu.

Bahwa tatkala kasus tersebut sedang ditangani, Firli Bahuri tiba-tiba menemui mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang.

Kasus itu mencuat bersamaan dengan kabar terkini yang menyebutkan bahwa Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko mengungkapkan fakta terkait pemberhentikan 75 pegawai di KPK.

Padahal dari 75 pegawai yang diberhentikan tersebut, diantaranya ada sejumlah nama yang memiliki kredibilitas dalam menangani kasus yang ditangani KPK.

Ketika 75 pegawai tersebut diberhentikan, muncul isu bahwa pemberhentian itu dilakukan karena Firli Bahuri sengaja menyingkirkan pegawai yang berintegritas dan kritis.

Isu tersebut diakui Koko, sapaan Sujanarko, saat berbincang di kanal YouTube Haris Azhar.

Namun Koko tak merinci dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli.

Saat itu, Firli masih menjabat Deputi Penindakan KPK.

"Sebelum jadi pimpinan KPK, waktu masih jadi Deputi (Penindakan) kan gonjang ganjingnya banyak, kasusnya ada beberapa lah."

"Tapi intinya gini, yang dulu memeriksa (dugaan etik Firli) direktur PI-nya (Pengawasan Internal) namanya Herry Muryanto, dan sekarang sudah menjadi deputi (PIPM-Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat) dan itu masuk ke 75 pegawai itu," kata Koko seperti dikutip, Rabu 12 Mei 2021 silam.

Halaman
1234
Editor: Frans Krowin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved