Breaking News:

Tahun Ajaran Baru di Sumba Timur,  Hanya Zona Hijau yang Bisa Tatap Muka Terbatas

Sementara wilayah desa atau kelurahan yang ada kasus positif Covid-19 tetap melakukan belajar dari rumah (BDR).

POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Timur, Ruben Nggulindima 

Tahun Ajaran Baru di Sumba Timur,  Hanya Zona Hijau yang Bisa Tatap Muka Terbatas

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Pada tahun ajaran baru 2021-2022 proses pembelajaran siswa TK/PAUD,SD dan SMP pada  wilayah zona hijau di Kabupaten Sumba Timur akan dilaksanakan dengan sistem tatap muka secara terbatas.

Sementara wilayah desa atau kelurahan yang ada kasus positif Covid-19 tetap melakukan belajar dari rumah (BDR).

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Timur, Ruben Nggulindima, Selasa 8 Juni 2021.

Menurut Ruben, terkait pembelajaran tatap muka,  BDR atau daring maupun luring, pihaknya masih berpedoman pada SK bersama  Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. 
"Pada intinya adalah kewenangan diberikan ke daerah dengan berpedoman pada  kondisi Covid-19 di masing-masing daerah.

Zona hijau bisa melakukan tatap muka terbatas pada tahun pelajaran 2021-2022.

Tapi manakala muncul kasus Covid-19,maka harus kembali lakukan BDR atau online," kata Ruben.

Dijelaskan, apabila ada wilayah yang masih zona kuning, oranye dan merah ,maka tetap satuan pendidikan tersebut menerapkan BDR atau daring

"Kita juga ada PPKM  yang mana sudah diatur pembatasan secara mikro sampai di tingkat desa dan kelurahan.Kita ada pendekatan mikro, misalkan di kecamatan A, secara kecamatan masuk sona kuning tapi ada satu desa di kecamatan tersebut zona hijau, maka bisa lakukan proses belajar tatap muka terbatas," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, tatap muka terbatas itu bisa dilakukan dengan syarat jumlah siswa 20 peserta didik  per kelas dengan jarak tempat duduk 1,5 meter. 

"Tentu ini menggunakan sistem shift  dan hal lain seperti sarana protokol kesehatan. Sekolah harus memastikan ketersediaan masker, tempat atau sarana cuci tangan /hand sanitizer serta harus menginput di dapodik," katanya.

Sedangkan, soal jam belajar di sekolah, Ruben mengatakan, hak itu akan diatur oleh satuan pendidikan masing-masing.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved