Breaking News:

Angka Kasus Kemiskinan di Kabupaten TTS Sebanyak 27,87 Persen

Sekretaris Bappeda TTS, Johanis Benu mengatakan, per tahun 2019 angka kemiskinan di Kabupaten TTS sebanyak 27,87 persen atau 130.310 jiwa

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Sekretaris BAPPEDA TTS, Johanis Benu 

POS-KUPANG.COM | SOE - Sekretaris Bappeda TTS, Johanis Benu mengatakan, per tahun 2019 angka kemiskinan di Kabupaten TTS sebanyak 27,87 persen atau 130.310 jiwa.

Angka ini turun 0,19 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Di tahun 2018, angka kemiskinan di Kabupaten TTS sebanyak 28,06 persen atau 130.630 jiwa.

" Angka kemiskinan di kabupaten TTS memang sejak tahun 2015 cenderung mengalami penurunan, tapi jumlahnya kecil," ungkap Benu kepada Pos-Kupang. Com, Rabu 9 Juni 2021.

Kecilnya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten TTS dijelaskan oleh Benu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, asupan gizi masyarakat, rumah, sanitasi dan ketersediaan air bersih.

Baca juga: Awalnya Nekad Serang TNI-Polri, Saat Diserang Balik Malah Anggota KKB Papua Ini Tewas Tertembak

Baca juga: Gempa Magnitude 4.5 Guncang Labuan Bajo

Diakuinya, ketersediaan pangan yang mencukupi dan memenuhi standard yang ditentukan pemerintah menjadi faktor yang paling berpengaruh dibalik minimnya penurunan angka kemiskinan di kabupaten TTS. 

Oleh sebab itu, sektor peternakan dan pertanian harus didorong untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjaga ketersediaan stok pangan masyarakat.

" Asupan makanan ini menjadi indikator yang paling berpengaruh dibalik minimnya penurunan angka stunting di TTS. Dalam standar yang ditentukan pemerintah, masyarakat diberikan standar untuk mengkonsumsi protein, karbohidrat hingga susu perhari dan perbulannya. Ini yang kita di TTS masih sulit," ujarnya.

Terkait angka kemiskinan tahun 2020, Benu mengaku belum ada. Dengan adanya Pandemi Virus Corona yang mempengaruhi seluruh sektor, menekan angka kemiskinan menjadi jauh lebih sulit dibanding situasi normal.

Baca juga: VIDEO Misteri Makhluk Berjubah Putih Menyeramkan di Google Earth Terkuak, Kota Hantu Lingkaran Setan

Baca juga: Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2020 Rp 33 Miliar

Pasalnya keterbatasan anggaran yang ada membuat intervensi program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan pun menjadi terbatas.

" Kalau masa Pandemi ini kita jaga agar angka kemiskinan jangan sampai naik saja. Kalau mau tekan secara signifikan itu menjadi suatu hal yang sulit," paparnya.

Disinggung terkait target Pemda TTS untuk menurunkan angka kemiskinan 2 persen per tahun, Benu mengaku hal tersebut masih sulit direalisasikan. Adanya Pandemi Virus Corona disebut menjadi salah satu faktor penyebabnya.

" Iya, target pemerintah sebenarnya 2 persen per tahun, tapi dengan kondisi Pandemi ini hal itu menjadi sangat sulit dilakukan," pungkasnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved