Breaking News:

Inflasi NTT 0,63 Persen di Bulan Mei Pertanda Ekonomi Mulai Membaik

Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) mengalami inflasi sebesar 0,63 persen pada Mei 2021

POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus dalam Press Rilis BPS NTT, Rabu (2/6) melalui akun Youtube Humas BPS NTT. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) mengalami inflasi sebesar 0,63 persen pada Mei 2021. Inflasi Mei 2021 ini terjadi karena adanya kenaikan Indeks harga pada 7 dari 11 kelompok pengeluaran, dengan pengeluaran yang mengalami kenaikan terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus dalam Press Rilis BPS NTT, Rabu (2/6) melalui akun Youtube Humas BPS NTT.

Darwis menjelaskan, inflasi tersebut tentunya disumbangkan oleh tiga kota penyumbang inflasi di NTT, yakni Kota Kupang, Kota Maumere, dan Kota Waingapu. Kota Kupang sendiri mengalami inflasi 0,74 persen, Kota Maumere deflasi 0,21 persen, dan Kota Waingapu inflasi 0,67 persen.

Baca juga: Ketua Umum TP PKK Serahkan Bantuan di Sumba Timur

Baca juga: Deteksi Orang Asing, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Sosialisasi APOA

"Untuk Kupang, terbesar itu dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,59 persen yang memberi andil terhadap total inflasi 0,74 persen sebanyak 0,52 persen. Kondisi ini dipengaruhi perayaan Idul Fitri dan badai siklon seroja," kata Darwis menjelaskan.

Jika dilihat bulan sebelumnya, inflasi April 2021 sebesar 0,82 persen. Pengamat Ekonomi Regional NTT Dr James Adam, MBA mengatakan, hal itu dipengaruhi oleh badai seroja sehingga kebutuhan pokok menjadi banyak, kesediaan bahan langka, sehingga terjadi inflasi.

Namun, inflasi NTT di bulan Mei 2021 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 0,63 persen. Dia menilai, bulan Juni nanti akan terjadi penurunan jika Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa bergerak optimal.

Baca juga: DigadangGantikan Netanyahujadi PM Israel,Ternyata Naftali Bennet Lebih Kejam,Bunuh BanyakOrang Arab

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 4 Juni 2021: GELAR

"Inflasi itu normal, karena misalkan orang banyak uang, belanjakan ke pasar, akhirnya peredaran uang di pasar menjadi tinggi, tidak sebanding dengan barang yang dikeluarkan," kata James kepada POS-KUPANG.COM melalui telepon, Jumat (4/6).

James mengatakan, jika inflasi Mei menurun, lalu pertumbuhan ekonomi positif, maka pergerakan ekonomi NTT membaik, meski lamban. Oleh karena itu, TPID harus bekerja lebih optimal agar menekan tingkat inflasi tidak mengalami perubahan, bahkan menurun.

"Supaya terjaga, pemerintah harus lakukan pengawasan supply dan demand dari kebutuhan pokok masyarakat jangan terganggu," sambungnya.

Dia melanjutkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai positif, maka pemerintah harus mempercepat belanja pemerintah.

"Itu satu-satunya yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi lebih bagus, angkanya lebih positif. Baik pemerintah pusat dan daerah harus punya pemahaman yang sama. Mau harap belanja rumah tangga saja susah, terlalu kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan belanja pemerintah," tutupnya.

Adapun angka inflasi NTT pada Januari 2021 sebesar 0,40 persen, Februari 2021 sebesar 0,44 persen, Maret mengalami deflasi sebesar 0,36 persen, April sebesar 0,82 persen, dan Mei sebesar 0,63 persen. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved