Kisah SID Mengajarkan Keterampilan dan Manajemen Bisnis kepada Peternak dan Penenun di Pulau Sumba

Kisah SID Mengajarkan Keterampilan dan Manajemen Bisnis kepada Peternak dan Penenun di Pulau Sumba

Penulis: Paul Burin | Editor: maria anitoda
Istimewa
Kisah SID Mengajarkan Keterampilan dan Manajemen Bisnis kepada Peternak dan Penenun di Pulau Sumba 

Kisah SID Mengajarkan Keterampilan dan Manajemen Bisnis kepada Peternak dan Penenun di Pulau Sumba

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sumba Integrated Development atau yang dikenal SID merupakan sebuah yayasan yang baru terbentuk pada tahun 2010.

Lembaga ini merupakan penggabungan perwakilan anggota dari LP2M dan LPMBH dalam meneruskan kerja sama dengan Childfund Indonesia, melalui pengembangan program pemberdayaan dan perlindungan anak yang telah dikerjakan oleh masing-masing lembaga sebelumnya.

Wilayah kerja dari SID meliputi dua kabupaten, yakni Sumba Timur dan Sumba Barat Daya yang dipisahkan oleh dua kabupaten lain, yakni kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat.

Selain fokus melakukan perlindungan anak, SID juga banyak mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan ekonomi di masyarakat akar rumput.

Lembaga ini terus melecut masyarakat di Pulau Terindah di Dunia itu untuk membangun usaha.

Saat ini perkembangan sosial kemasyarakatan sungguh kompleks sehingga diperlukan penanganan secara sungguh-sungguh, cepat, tepat dan berkelanjutan.

Seorang perempuan di Sumba terus mengembangkan keterampilan menenun.
Seorang perempuan di Sumba terus mengembangkan keterampilan menenun. (Istimewa)

Untuk menyelesaikan permasalahan sosial dalam masyarakat diperlukan adanya motivator, stabilisator dan pendamping sosial yang hidup serta berkembang dalam masyarakat itu sendiri.

Para motivator, stabilisator dan pendamping sosial tersebut memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman lebih terhadap permasalahan sosial dalam lingkungannya, untuk selanjutnya berkiprah sesuai dengan kultur dan tradisi lingkungan itu sehingga mereka tidak terkesan eksklusif.

Sejak tahun 2018 hingga 2021, SID terlibat dalam proyek kerja sama dengan Barnfonden untuk mendukung penguatan masyarakat sipil dan akuntabilitas sosial demi meningkatkan akses ke PAUD Ramah Anak yang bermutu dan inklusi di NTT.

Melalui proyek ini, SID mendapatkan peluang untuk pengembangan kapasitas lembaga dalam bidang penguatan manejemen organisasi, wirausaha sosial, advokasi dan tentunya PAUD Ramah Anak.

Berkat pengembangan kapasitas yang diperoleh tersebut, SID kemudian menerapkannya pada program pengembangan kelompok masyarakat dampingan.

Terapan capacity building tersebut dilaksanakan antara lain dengan memberikan pelatihan advokasi kepada aparat pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa terkait perencanaan penganggaran kabupaten/desa yang berpihak pada kepentingan anak, salah satunya untuk mendukung PAUD Ramah Anak.

Pelatihan advokasi juga diberikan kepada para komite PAUD, tutor dan pengelola PAUD.

Sehingga baik para pemangku kepentingan maupun masyarakat memahami tentang strategi advokasi, terutama untuk memanfaatkan ruang-ruang strategis yang terdapat dalam undang-undang desa.

Penguatan komite PAUD dalam upaya mengembangkan wirausaha sosial yang ditujukan untuk mendukung dan mencukupi kebutuhan penyelenggaraan PAUD juga dilakukan oleh SID.

Lahirnya kelompok wirausaha sosial ini diharapkan akan dapat menjadi model dukungan masyarakat terhadap pemenuhan hak anak di bidang pendidikan anak usia dini.

Kerja-kerja advokasi SID juga dilakukan dalam berbagai bidang, misalnya memperkuat ekosistem pendukung PAUDHI di Sumba Timur yang telah melahirkan Peraturan Bupati tentang penyelenggaraan PAUDHI.

Sedangkan di Kabupaten Sumba Barat Daya, SID memfasilitasi program Revitalisasi PAUDHI yang telah berhasil mendorong terbentuknya Gugus Tugas PAUDHI di tingkat kabupaten hingga desa. (*/pol)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved