Akuntabilitas Sosial Dorong Peningkatan Anggaran Desa Dalam Mendukung PAUD Inklusi

Akuntabilitas Sosial Dorong Peningkatan Anggaran Desa Dalam Mendukung PAUD Inklusi

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: maria anitoda
Istimewa
Seorang guru PAUD memeluk anak ini untuk mendorongnya dalam belajar (Pendidikan PAUD) 

Akuntabilitas Sosial Dorong Peningkatan Anggaran Desa Dalam Mendukung PAUD Inklusi

POS-KUPANG.COM I WAINGAPU - Sumba Integrated Development (SID) bekerja sama dengan BarnFonden Swedia yang didanai oleh Uni Eropa mengerjakan proyek penguatan masyarakat sipil dan akuntabilitas sosial untuk mendukung peningkatan layanan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang bermutu dan Inklusif di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dapat disebut dengan ringakas sebagai PAUD Ramah Anak.

Dalam pelaksanaan, proyek ini SID juga mendapatkan dukungan teknis dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) Solo yang memiliki kompetensi di bidang advokasi dan kewirausahaan sosial.

Untuk wilayah NTT, proyek Ramah Anak ini dikerjakan oleh dua lembaga, yaitu SID untuk daratan Sumba yang meliputi Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat Daya, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kupang dikerjakan oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani atau LPMM. 

Proyek PAUD Ramah Anak ini sendiri berlangsung sejak tahun 2018 dan akan berakhir pada bulan Mei 2021. Dalam implementasi proyek terdapat beberapa yayasan lokal yang memiliki konsen yang sama di bidang pendidikan anak usia dini, antara lain Yayasan Charis Sumba dan Yayasan Adjar Manu.

Seorang guru PAUD memeluk anak ini untuk mendorongnya dalam belajar (Pendidikan PAUD)
Seorang guru PAUD memeluk anak ini untuk mendorongnya dalam belajar (Pendidikan PAUD) (Istimewa)

Keberadaan dan pelibatan yayasan lokal yang bergerak dalam bidang PAUD dipandang perlu karena untuk jangka panjang lembaga-lembaga lokal inilah yang akan menjadi bagian integral dari ekosistem pendukung PAUD yang ada di daerah Sumba khususnya.

Semangat kolaborasi lintas lembaga untuk secara bersama-sama mendorong dan mengupayakan peningkatan mutu dari layanan PAUD diwujudnyatakan dengan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dalam bidang layanan PAUD.

Hal tersebut dilakukan melalui beberapa serial pelatihan, antara lain pelatihan empat modul yang berisi tentang PAUD Ramah Anak, Kurikulum 2013, Pengasuhan dan Teknik Fasilitasi.

Selain itu, para perwakilan pengurus lembaga juga dikapasitasi dengan pelatihan teknik advokasi perencanaan dan penganggaran daerah termasuk perencanaan dan anggaran desa.

Keterampilan penting lainnya yang juga diperoleh melalui proyek PAUD Ramah Anak ini adalah para pengurus LSM lokal mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan wirausaha sosial atau social enterpreneurship dengan tujuan agar lembaga dapat mengembangkan unit bisnis untuk mendukung program pelayanan sosial yang dikerjakan termasuk membantu komite PAUD untuk mengembangkan usaha produktif untuk mendukung operasional PAUD.

Pelatihan-pelatihan tersebut didesain secara berjenjang atau cascading, di mana para pengurus atau staf lembaga yang telah dilatih kemudian akan membuat pelatihan yang sama bagi para pemangku kepentingan pada level kabupaten dan desa sesuai wilayah yang masuk dalam target proyek atau dalam wilayah kerja masing-masing lembaga.

Yayasan Adjar Manu, misalnya, setelah mendapatkan pelatihan modul pengasuhan, mereka kemudian menyelenggarakan pelatihan terapan secara mandiri kepada 31 orang Tutor PAUD Adhar Manu dengan melibatkan tim pelatih yang sebelumnya juga telah mengikuti training of trainer (ToT) yang berasal dari Dinas Pendidikan, IGTKI, SID dan Charis.

Ardy, Pimpinan Charis Sumba mengatakan bahwa saat ini 90 persen PAUD yang mereka selenggarakan di desa-desa telah mendapatkan dukungan dana desa.

Hal ini berkat pelatihan advokasi perencanaan dan penganggaran desa yang diikuti ia praktikkan di wilayah pelayanannya dan itu membuahkan hasil yang signifikan.

Ia mengakui bahwa sebelumnya dukungan dana desa untuk PAUD yang mereka kelola masih sangat minim atau bisa dibilang belum ada, tetapi saat ini sudah jauh lebih baik lewat kegiatan advokasi dan kolaborasi yang mereka bangun.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved