Breaking News:

Kejari Kota Kupang Sebut Tahun 2021 Belum Ada Penanganan Perkara Penilangan

Di tahun 2021, Kejari Kota Kupang belum menerima perkara terkait dengan penilangan dilimpahkan Polres Kupang Kota

POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Petugas dibagian layanan umum, Fredik Maukafeli, Kejari Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Di tahun 2021, Kejari Kota Kupang belum menerima perkara terkait dengan penilangan yang biasanya di limpahkan oleh pihak Polres Kupang Kota maupun Polda NTT untuk dijalankan proses sidang.

Kejari kota Kupang melalui petugas dibagian layanan umum, Fredik Maukafeli, menyebutkan, sejak bulan Januari hingga Juni 2021 Kejari kota Kupang belum menerima perkara penilangan dari Polda NTT atau Resta Kupang kota.

"Tahun 2021 ini hanya perkara tilang dari dishub di lokasi penimbangan Nunbaun Sabu, kota Kupang. Kalau Polda dan resta sampai hari tidak ada perkara tilang yang dikirim ke pengadilan untuk disidang," jelasnya, Rabu 2 Juni 2021 kepada pos Kupang.

Baca juga: Nasabah Datangi Kantor PT ADS di Jalan Soekarno Kota Ende Pasca Direktur Diamankan Polda NTT

Baca juga: Indomaret Product Of The Week Terbaru 2 Juni, Pucuk Harum Rp2.900 Beli Galon PotongHarga Rp21.200 

Ia menjelaskan, di tahun 2020 lalu, jumlah perkara yang ditangani hingga Desember mencapai 1000 kasus dan sebagain besar perkara dan barang bukti telah dikembalikan ke pemiliknya masing-masing.

Barang bukti, menurutnya akan dikembalikan ke pemiliknya bila telah mengikuti persidangan. Barang bukti juga akan selesai masa hukumannya setelah dua tahun.

Untuk pengembalian barang bukti yang telah lewat masa kadaluarsa diatas dua tahun, pemilik akan mendatangi kantor Kejari dan diberikan surat penghapusan dan selanjutnya pemilik akan membayar untuk menebus barang bukti tersebut.

"Uangnya akan kita setor ke khas negara sekalipun sudah ada penghapusan. KUHAP mengatur batasnya dua tahun," katanya.

Baca juga: BPPW NTT Serah Terima Sementara Renovasi dan Rehabilitasi 7 Sekolah Kepada Bupati Sumba Barat

Baca juga: Pangakuan Mengejutkan Presiden Irak,Sebut Rp 2.100 Triliun Uang Minyak Irak Telah Dicuri,Pelakunya?

Lebih jauh Fredik menerangkan, Surat Tanda Nomor Kendaran (STNK) dan kendaraan akan simpan oleh pihak Kejari hingga pemilik datang mengambilnya. Saat ini, kata dia, Kejari kota Kupang menitipkan kendaran dan barang bukti di dirlantas polda NTT dan juga kantor lantas milik polres Kupang kota.

Penitipan ini, menurutnya di Kejari kota Kupang sendiri belum memiliki tempat untuk menyimpan barang bukti yang ada.

"Kendaran yang belum diambil itu kita menunggu kebijakan dari pusat. SIM itu kan ada masa kadaluarsanya, kalau mati orang tidak bisa ambil lagi," tandasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Berita Kota Kupang

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved