Breaking News:

AMPAS Kota Kupang, Resmi Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe

Pihak AMPAS Kota Kupang, Resmi Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Tiga orang perwakilan AMPAS Kota Kupang tengah membuat laporan polisi di ruang SPKT Polda NTT Rabu, 02 Juni 2021. 

Pihak AMPAS Kota Kupang, Resmi Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe resmi di polisikan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT, oleh pelapor Hendrikus F. Sola Suri (25), Rabu 02 Juni 2021.

Pelapor merupakan perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti SARA (AMPAS) Kota Kupang.

Laporan ini sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan (STTL), laporan tersebut bernomor:LP/B/158/V/Res.2.5/2021/SPKT tertanggal 2 Juni 2021.

Terlapor Yeskiel Loudoe diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian pada 27 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Walikota Kupang Kembali Perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Cek Info

Baca juga: Bupati Alor Amon Djobo Marahi Staf Kemensos, Risma: Sebetulnya Bukan Bantuan PKH

Sebelum melaporkan Ketua DPRD Kota Kupang, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti SARA (AMPAS) Kota Kupang mengelar aksi demo di depan Mapolda NTT.

Aksi demo tersebut berbuntut dari niat AMPAS untuk melapor sehari sebelumnya namun karena petugas SPKT tidak menerima dengan alasan tidak ada petugas dari Tim Cyber maka AMPAS baru kembali melaporkan masalah tersebut.

Niat melaporkan politisi Partai PDIP NTT itu dikawal puluhan mahasiswa yang datang dengan satu mobil komando dan menyuarakan tuntutannya melalui orasi di pintu gerbang Mapolda NTT.

Organisasi mahasiswa yang tergabung diantaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PMKRI Cabang Kupang, ITAKANRAI, PERMASNA, PERMAI, HM3T, IMMALA menuntut tindak tegas terlapor karena mengeluarkan statmen yang berbau SARA dan berpotensi merusak tolerasi di NTT.

Baca juga: Promo JCO HariIni Hingga Besok 3 Juni 2021 Kopi Murah 2L JCOFFEE Rp110 Ribu 2Iced JCOCCINO Rp31 Ribu

Baca juga: Investasi Bodong, OJK Ingatkan Masyarakat Paham 2L

Terpantau perwakilan AMPAS diijinkan masuk dan berdiskusi terlebih dahulu dengan tim cyber lalu diterima laporan dari perlapor.

"Kami sudah laporkan dan saat ini kita menunggu STTL dari petugas SPKT baru kita akan menggelar konferensi pers dan mengakhiri aksi kita hari ini," ujar Korlap aksi di depan SPKT Polda NTT.

Sebelumnya AMPAS Kota Kupang menuntut terkait pernyataan isu SARA yang diduga dikemukakan oleh Ketua DRPR Kota Kupang Yeskiel Loudoe yang beredar di medsos beberapa hari lalu.

"Kami akan blokade jalan apabila tuntutan atau laporan kami kepada Ketua DPRD Kota Kupang belum diterima pihak Polda NTT," kata salah satu Orator dalam aksi demo.

Selain akan memblokade jalan, pendemo pun meminta agar Polda NTT mempercepat untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga selesai.

Dalam aksi demo ini juga, para pendemo menyesali ungkapan yang diduga dikemukakan oleh Ketua DPRD Kota Kupang berbau isu SARA yang akan menyebabkan kekacauan di NTT, khususnya di Kota Kupang atau Kota Kasih ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved