Breaking News

BMKG

Gempa Besar M 8,9 dan Tsunami 29 Meter Berpotensi Terjadi di Pulau Jawa, BMKG: Waspada!

Jawa Timur juga ada zona-zona patahan aktif seperti patahan Kendeng, Pasuruan, Probolinggo, di sekitar Rembang sampai Madura

Editor: John Taena
BMKG
ilustrasi gempa dan tsunami di Pulau Jawa 

POS-KUPANG.COM - Gempa besar dan tsunami setinggi 29 meter berpotensi terjadi di Pulau Jawa

Wilayah yang diprediksi memiliki potensi gempa dan tsumami tersebut  yakni Provinsi Jawa Timur.

Dalam sepekan terakhir, gempa mengguncang beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain Malang, Pacitan, dan Lumajang.

Jawa Timur memang termasuk wilayah di Indonesia yang rawan gempa bumi.

Baca juga: Peringatan BMKG, Waspada! Siklon Tropis Choi-Wan, Kecepatan Capai 35 Knot, Ini Wilayah yang Dilalui

Dalam kaitan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemodelan matematika untuk mengukur potensi gempa terkuat dan tinggi maksimum tsunami yang bisa menyapu Jawa Timur.

Berdasarkan pemodelan matematis, Jawa Timur berpotensi diguncang gempa hingga kekuatan M 8,9 dan tinggi maksimum tsunami mencapai 29 meter.

"Dari sejarah dan data-data yang terekam hingga saat ini, akhirnya kami menyusun pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam Webinar bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur," Jumat 28 Mei 2021.

"Hasil analisis kami untuk wilayah Jawa Timur, potensi tsunami seluruh pesisir tinggi maksimum adalah 26-29 meter di Kabupaten Trenggalek. Dan waktu tiba tercepat, datangnya tsunami paling cepat, 20-24 menit di Kabupaten Blitar," imbuh Dwikorita.

Zona seismik gap

Dari gambar peta distribusi gempa bumi yang dirasakan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 2008-2020, dari sekian ratus kejadian gempa sejak tahun 2008 hingga 2020, yang ditandai dengan titik merah dan kuning, tampak ada zona-zona yang "kosong" tidak ada kejadian gempa.

"Zona-zona yang kosong ini merupakan zona seismik gap," kata Dwikorita.

Baca juga: Waspada, Gempa Bumi 2 Kali Guncang Manggarai dan Manggarai Timur Dirasakan Warga

Seismitas Jawa Timur periode 2008-2020
Seismitas Jawa Timur periode 2008-2020 (Tangkapan layar Webinar BMKG)

Dia menjelaskan, zona seismik gap di daerah selatan Jawa Timur patut diwaspadai.

Sebab, zona ini seharusnya relatif aktif melakukan guncangan, tapi jarang terjadi.

"Karena zona itu belum melepaskan energi sebagai gempa, energi masih tersimpan di sana. Artinya baru siap-siap akan melepaskan energi," kata Dwikorita.

Nah, hal ini nantinya dapat memicu terjadinya gempa signifikan karena energi gempa cukup lama tersimpan dan terakumulasi dalam waktu cukup lama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved