Super Blood Moon Kesempatan Langka Untuk Fotograger Mengabadikan Momen
Super Blood Moon Kesempatan Langka Untuk Fotograger Mengabadikan Momen
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
Super Blood Moon Kesempatan Langka Untuk Fotograger Mengabadikan Momen
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gerhana Super Blood Moon yang terjadi Kamis, 26 Mei 2021 menjadi momen langka karena hanya akan terjadi lagi gerhana tersebut di tempat yang sama dalam195 tahun mendatang.
Hal ini diungkapkan Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kupang, Sholakhudin Noor Falah saat memantau gerhana di halaman BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Kamis 26 Mei 2021.
"Saat gerhana total, akan berwarna kemerahan karena sinar matahari yang terpantul dari atmosfer bumi," jelas Falah saat mengamatj gerhana di halaman kantor BMKG Stasiun Geofisika, Kupang..
Baca juga: Momentum Pandemi Dorong Transformasi Ekonomi Digital
Baca juga: Tidak Ada ASN Fiktif di Kabupaten Manggarai Barat
"Untuk melihat gerhana totalnya tidak harus menggunakan apapun karena gerhana bulan ini aman untuk dilihat secara langsung dan para pecinta fotografi bisa mengabadikan momen yang langka ini karena kemungkinan bisa terjadi lagi yang sama seperti ini di tempat yang sama 195 tahun lagi jadi ini peluang emas untuk fotograger dan masyarakat umum melihat gerhana bulan total ini," lanjutnya.
Dia menambahkan, gerhana memang akan terjadi namun terkadang ada gerhana total tapi tidak super, atau tidak blood, atau gerhana sebagian atau gerhana bulan tapi tidak melewati Indonesia sehingga tidak bisa melihat.
" Kalau ini hampir seluruh wilayah Indonesia bisa melihat," tandasnya.
BMKG Stasiun Geofisika Kupang sendiri menggunakan teropong hilal untuk mengamati gerhana.
"Kita pakai teropong ini sebenarnya speknya untuk teropong bintang tapi biasanya kita pakai untuk teropong hilal atau untuk melihat awal bulan Islam, bulan Ramadhan, bulan Syawal dan sebagainya," jelas Falah.
Baca juga: Ini Jadwal Pengumuman Hingga NIP CPNS dan PPPK di Kabupaten Mabar
Secara teknis, jelas Falah, cahaya dari bulan atau bintang yang masuk ke lensa direkam dari kamera digital lalu disambungkan ke laptop dan layar yang disediakan di halaman kantor BMKG Stasiun Geofisika agar masyarakat bisa melihat lebih jelas.
Gerhana mulai diamati dari pukul 16.46 WITA dengan fase penumbra kemudian fase sebagian pada pukul 17.44 WITA dan fase total pada pukul 19.09 WITA
"Fase total puncaknya 19.18 WITA dan akan berakhir jam 19.28, jadi kita ada waktu untuk melihat gerhana bulan total ini cahaya bulan benar - benar tertutup bumi selama 18 menit 44 detik," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/super-blood-moon-kesempatan-langka-untuk-fotograger-mengabadikan-momen.jpg)