Tokoh NU Lontarkan Pernyataan Kritis Soal Bantuan Indonesia ke Palestina: Kok Ada Yang Kepanasan?
Gus Ulil, sapaan akrab Ulil Abshar Abdalla, seorang tokoh NU (Nahdlatul Ulama) melontarkan pernyataan kritis soal bantuan Indonesia ke Palestina.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Gus Ulil, sapaan akrab Ulil Abshar Abdalla, seorang tokoh NU (Nahdlatul Ulama) melontarkan pernyataan kritis soal bantuan Indonesia ke Palestina.
Dia mengatakan, saat pemerintah Indonesia bantu Palestina, ada pihak yang seolah-olah tidak senang atas donasi rakyat Indonesia tersebut.
Palestina, sejak lama dilanda sejumlah krisis akibat pendudukan dan blokade dari Zionis Israel, termasuk dengan peperangan yang terjadi di antara keduanya.
Gus Ulil membandingkan, apabila alasan orang-orang yang sinis terkait bantuan rakyat Indonesia tersebut menggunakan alasan prioritas, seharusnya langkah pemerintah memberikan bantuan kepada India juga turut dikritik.
"Orang-orang yang keberatan terhadap sumbangan untuk Palestina, dengan alasan masih banyak yang perlu disumbang di dalam negeri, mestinya bilang ke Pak Jokowi ketika nyumbang ventilator dan masker ke India kemaren: "Kenapa ngga dipakai untuk dalam negeri dulu, Pak?" tulis Gus Ulil di akun Twitternya, Senin 24 Mei 2021.
Gus Ulil menyebut, sejauh ini, bantuan yang diberikan kepada Palestina masih tidak sebanding dengan bantuan yang diberikan kepada Israel, khususnya dari Amerika Serikat.
"Bantuan rutin dari AS sebesar 3,8 milyar dolar AS tiap tahun untuk Israel jauh lebih besar dari bantuan semua orang Indonesia untuk Palestina. Belum termasuk senjata yg dipasok Amerika untuk membunuhi warga Gaza. Ngga ada yang menyoal dari kalangan propagandis Israel ini,"jelasnya
Cak Imin Minta Indonesia Jadi Mediator
Konflik Palestina dan Israel yang berlangsung beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa yang tidak sedikit, terutama rakyat sipil Palestina.
Setelah beberapa hari terjadi serangan yang dilakukan pasukan Israel dan serangan balasan dari pasukan Hamas, Palestina, kedua negara akhirnya bersepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Israel dan Hamas sepakat untuk mengakhiri kekerasan di kawasan tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi keputusan kedua negara untuk mengakhiri gencatan senjata sebagai upaya mengakhiri kekerasan di wilayah Gaza.
”Alhamdulillah soal Palestina sudah ada perkembangan baik (gencatan senjata,red), tapi harus ada solusi. Sangat bagus kalau Indonesia menjadi penengah."
"Karena cara keras, protes semua tak ada hasilnya. Cara mengancam juga tidak ada hasilnya semua tetap sama. Persoalannya sama. Tidak ada jalan lain selain duduk bersama," kata Gus AMI- sapaan akrab Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Jumat 21 Mei 2021.
Baca juga: Terungkap! Peran Joe Biden Dalam Konflik Israel-Palestina, Jual Senjata Kemudian Bantuan ke Gaza
Baca juga: Inilah Gilad Shalit Tentara Israel yang Diculik Hamas, Bebas Ditukar dengan 1.027 tahanan Palestina
Baca juga: Anies Baswedan Bersimpati, Pasang Lampu Warna Bendera Palestina, Netizen: Sikap Negarawan yang Baik
Dalam kesempatan nobar tersebut, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengenakan kaos bertuliskan 'Save Gaza Palestine' sebagai bentuk dukungan moral kepada rakyat Palestina.
Dikatakan Gus AMI, selain gencatan senjata, kedua negara harus duduk bersama untuk mewujudkan kedamaian yang sejati.