Breaking News:

Pemilik Akun No Galapagos Tidak Benci Pribadi PBW, Tapi Sayangkan Jabatan yang Melekat

erpaksa menulis komentar dengan sangat keras karena tersulut emosi dengan status yang diproduksi

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Pemilik Akun Facebook No Galapagoz,┬áHendrikus Nara Manuk. 

Pemilik Akun No Galapagos Tidak Benci Pribadi PBW, Tapi Sayangkan Jabatan yang Melekat

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Setelah Sekretaris DPD II Partai Golkar, Petrus Bala Wukak mengadukan akun Facebook, No Galapagoz ke Polres Lembata, Jumat 21 Mei 2021 kemarin, kini kubu pemilik akun Facebook No Galapagoz mengaku siap menghadapi proses hukum. 

Kepada wartawan, Sabtu, 22 Mei 2021, pemilik akun Facebook, No Galapagoz, mengaku terpaksa menulis komentar dengan sangat keras karena tersulut emosi dengan status yang diproduksi oleh Anggota DPRD Lembata, Piter Bala Wukak pada akun facebooknya, tentang aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Bersatu Lembata (ARBL) sehari sebelumnya. 

"Awalnya Anggota DPRD Lembata, Piter Bala Wukak menulis di statusnya bahwa narasi panjang lebar mengaburkan substansi pergerakan. Status itu kemudian screenshoot oleh akun Panji Marhaen kemudian diunggah lagi di status facebook, Panji Marhaen," ujar Hendrikus Nara Manuk, pemilik akun Facebook No Galapagoz. 

Baca juga: Alasan 3 Pimpinan DPRD Lembata Tak Hadir Saat Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Lembata Bersatu InginDialog

Hendrikus mengaku, nama akun facebooknya itu diberi nama No Galapagoz, anak laki-laki keduanya.

Galapagoz sendiri disematkan pada anaknya karena terkesan dengan Kepulauan Galápagos, sebuah kepulauan yang terdiri dari 13 pulau-pulau berapi dan bebatuan.

Demonstran Aliansi Rakyat Lembata Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polres Lembata, 20 Mei 2021. Mereka membawa tuntutan yang selama ini terus disuarakan yakni penahanan para tersangka kasus dugaan korupsi Awololong dan pengungkapan aktor intelektual kasus yang ditangani oleh penyidik Polda NTT tersebut. *)
Demonstran Aliansi Rakyat Lembata Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polres Lembata, 20 Mei 2021. Mereka membawa tuntutan yang selama ini terus disuarakan yakni penahanan para tersangka kasus dugaan korupsi Awololong dan pengungkapan aktor intelektual kasus yang ditangani oleh penyidik Polda NTT tersebut. (Foto/Ricko Wawo/)

Galapagos terletak di Samudra Pasifik sekitar 1.000 kilometer sebelah barat pesisir Amerika Selatan. Secara politis, Galapagoz merupakan bagian dari Ekuador seluas: 8.010 km².

Hendrikus mengaku telah menulis komentar yang dipersoalkan tersebut karena tersulut emosinya dengan komentar Piter Bala Wukak bahwa narasi panjang lebar dalam aksi demonstrasi Aliansi Rakyat Bersatu Lembata (ARBL) yang dinilai jauh dari substansi gerakan.

Baca juga: Kapolres Lembata Tindak Lanjut Tuntutan Pendemo Soal Korupsi Awololong

"Saya marah karena saya menilai selama ini Piter Bala Wukak ini selalu berpihak kepada masyarakat, tetapi dibungkam oleh penguasa. Apalagi kita ketahui Piter Bala Wukak selama ini orang jalanan, yang selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan untuk Lewotana Lembata ini," kata Hendrikus Nara Manuk, pemilik akun Facebook No Galapagoz. 

Warga desa Belobatang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata bergotong-royong memperbaiki ruas jalan di wilayah Jalur Tengah Lembata, Rabu, 19 Mei 2021. Dana urunan untuk memperbaiki jalan ini berasal dari warga jalur tengah yang berada di perantauan.
Warga desa Belobatang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata bergotong-royong memperbaiki ruas jalan di wilayah Jalur Tengah Lembata, Rabu, 19 Mei 2021. Dana urunan untuk memperbaiki jalan ini berasal dari warga jalur tengah yang berada di perantauan. (POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO)

endrikus mengatakan, dirinya sebagai salah satu warga yang terlibat aksi demonstrasi, sangat kecewa dengan status mantan aktivis, Piter Bala Wukak, kini anggota DPRD dua periode itu. 

Ia mengaku, tidak membenci pribadi Piter Bala Wukak, namun dia menyayangkan jabatan yang melekat pada diri Bala Wukak, tidak dimaksimalkan untuk membela kepentingan rakyat.

Baca juga: Pendemo Ajak DPRD Lembata Supaya Berwibawa di Depan Pemerintah

"Sebagai pejabat publik, saya berharap beliau menerima kritik, Saran dan masukan dari rakyat untuk perbaikan keadaan Lembata ke depan. Saya merasa selama dua periode di DPRD, pak Piter ini sangat jauh dari substansi yang Peru dia perjuangkan sebagai wakil rakyat," ujar Hendrikus. 

Sebanyak 16 Orang Narapidana Lapas Lembata menerima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan atas nama Menteri Hukum dan HAM RI. Remisi Khusus ini diberikan bagi Narapidana pada hari besar Keagamaan yang dianut oleh Narapidana atau Anak yang bersangkutan, Kamis, 13 Mei 2021.
Sebanyak 16 Orang Narapidana Lapas Lembata menerima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan atas nama Menteri Hukum dan HAM RI. Remisi Khusus ini diberikan bagi Narapidana pada hari besar Keagamaan yang dianut oleh Narapidana atau Anak yang bersangkutan, Kamis, 13 Mei 2021. (POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO)

Hendrikus pun mengaku siap mempertanggungjawabkan apa yang telah disampaikannya melalui akun facebook di hadapan hukum.

"Sebagai warga negara yang taat Hukum, saya siap diproses," kata Hendrikus tentang laporan Piter Bala Wukak ke polisi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved