Breaking News:

Pemda Flotim Janji Selamatkan Nasib Guru SDI Balela yang Mendadak Dipensiunkan

Pihak Pemda Flotim Janji Selamatkan Nasib Guru SDI Balela yang Mendadak Dipensiunkan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Flores Timur, Abdul Razak 

Pihak Pemda Flotim Janji Selamatkan Nasib Guru SDI Balela yang Mendadak Dipensiunkan

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Seorang guru PNS SDI Balela, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Ribka Nitti, S.Pd mendadak dipensiunkan oleh dinas PKO Flotim, meski sebelumnya tidak diberikan informasi masa persiapan pensiun (MPP).

Menurut PKO, ia sudah dinyatakan pensiun sejak 4 Februari 2020 silam. Padahal, dalam data dapodik, jadwal pensiun guru berbakti ini pada tahun 2022 mendatang.

Lebih menyakitkan, ia malah disuruh mengembalikan uang gaji selama 10 bulan dari bulan Februari 2020 sampai dengan bulan Desember 2020, sebesar Rp 36.113.500.

Baca juga: Katalog Promo Indomaret Hari ini 20 Mei 2021, Teh Pucuk Harum Rp 5.900/2 Botol, Pocari 2L Rp 21.900

Baca juga: Gadis TTU Gantung Diri Pakai Sumbu Kompor

Dampaknya, tanpa sepengetahuan dia, uang Taspennya dipangkas habis guna menutupi gaji 10 bulan yang selama diterimanya.

"Uang Taspen saya langsung dipotong tutup utang negara. Itu pun belum cukup karena baru, Rp 22.123.500. Sehingga, sisa utang saya, Rp 14.000.000. Saya diminta bayar cicil perbulan Rp 300.000 hingga 2025," ungkap Ribka.

Menanggapi itu, Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Flores Timur, Abdul Razak mengaku saat ini pemerintah sedang berkoordinasi dengan dinas PKO untuk menyelesaikan persoalan itu.

Menurut dia, apapun terjadi, pemerintah daerah tidak akan mengorbankan guru yang selama ini mengabdi untuk negara.

Baca juga: Sebut Nama Jokowi & Raffi Ahmad dalam Pledoinya, Rizieq Shihab Beberkan Alasan: Di Maumere NTT

Baca juga: Keistimewaan Membaca Surat Yasin, Yasin Ayat 1-83 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

"Prinsipnya sesuai regulasi, ASN tidak bisa dikorbankan. Kita sedang koordinasi untuk selamatkan ibu Ribka," katanya, Senin 17 Mei 2021.
Ia menambahkan, status guru Ribka sebelumnya masuk dalam guru K1 dan K2, yang sesuai regulasi, dipensiunkan sebelum usia 60 tahun. Selain soal batas umur pensiun, regulasi itu juga mewajibkan guru yan mengajar di kelas, wajib berijazah sarjana dan akta guru.

"Saat regulasi itu berlaku, Ibu Ribka memang mengambil langkah untuk kuliah dan kantongi ijazah sarjana. Tapi limit waktunya sudah lewat. Tapi pada prinsipnya, pemerintah daerah akan menyelamatkan dia," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM)

Berita Flores Timur

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved