KKB Papua Serang Bandara Yakuhimo, 2 Prajurit TNI Tewas Senjata Api Dibawa Kabur: Kisahnya Begini

KKB Papua masih unjuk gigi. Meski sedang dikepung oleh Satgas TNI-Polri, namun mereka tetap bergerilya bahkan menyerang prajurit TNI.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
ilustrasi: Satgas Nemangkawi mengatakan TNI-Polri telah menguasai markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Markas tersebut terletak di Yuguru, Nduga, Papua. 

Sebagai informasi, dua prajurit TNI yang mengalami penyerangan KKB Papua adalah Prada AYA dan Praka A.

Prada AYA dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, Praka A sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Namun, nyawa Praka A juga tidak bisa diselamatkan usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Akibat kejadian ini, senjata kedua prajurit TNI itu dibawa lari oleh kelompok KKB Papua tersebut.

Densus 88 Belum Diterjunkan

Hingga saat ini, Densus 88 Antiteror Polri belum diterjunkan ke Papua untuk mengejar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berkeliaran di tempat itu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Polisi Ahmad Ramadhan menyampaikan Densus 88 masih menunggu intruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk diturunkan di Papua.

"Pelibatan itu menunggu instruksi. Menunggu instruksi," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 19 Mei 2021.

Ia memastikan Densus 88 nantinya pasti akan dilibatkan usai penetapan KKB Papua sebagai teroris. Tim Densus nantinya akan membantu Satgas Nemangkawi dalam mengejar para pelaku.

"Tentunya pasti ada pelibatan," tukasnya.

Dicap Teroris

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Republik Indonesia melalui Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris.

Mahfud mengatakan keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Ketua MPR, Pimpinan BIN, Pimpinan Polri, Pimpinan TNI.

Selain itu keputusan tersebut, kata Mahfud, juga sejalan dengan fakta banyaknya tokoh masyarakat, tokoh adat, Pemerintah Daerah, dan DPRD Papua datang kepada pemerintah khususnya Kemenko Polhukam untuk menangani tindak-tindak kekerasan yang muncul belakangan ini di Papua.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved