Breaking News:

Pengalihan Aset Drainase ke Bandara Ende Tidak Menjamin Bebas dari Sampah dan Banjir

Aset tersebut akan dikelola oleh pihak Bandara guna mengatasi masalah banjir dan sampah yang sering terjadi terutama saat hujan.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kepala Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono, Senin 17 Mei 2021. 

Pengalihan Aset Drainase ke Bandara Ende Tidak Menjamin Bebas dari Sampah dan Banjir

POS-KUPANG.COM | ENDE -- Pengalihan aset drainase di Bandara Hasan Aroeboesman Ende milik Pemerintah Daerah Kabupaten ke pihak Bandara sedang berproses.

Aset tersebut akan dikelola oleh pihak Bandara guna mengatasi masalah banjir dan sampah yang sering terjadi terutama saat hujan.

Pasalnya, selama drainase dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Ende, masalah banjir dan sampah tidak  teratasi dengan baik.

Baca juga: Bandara Ende Masih Sepi, Sopir Taksi Sudah Dua Minggu Nganggur

Di sisi lain, Dinas PUPR Kabupaten Ende tidak punya dana yang cukup untuk pemeliharaan termasuk tangani sampah dan banjir.

SAMPAH-Kondisi sampah yang menumpuk di drainase area Bandara Hasan Aroeboesman Ende sebelum diangkut beberapa waktu lalu.
SAMPAH-Kondisi sampah yang menumpuk di drainase area Bandara Hasan Aroeboesman Ende sebelum diangkut beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM)

Sementara itu, pihak Bandara tidak bisa berbuat banyak dan mengajukan anggaran untuk pemeliharaan, karena bukan aset milik Bandara.

Bulan lalu, sudah dilakukan kajian lapangan dalam rangka pengalihan aset tersebut. "Saat ini masih proses administratif pengalihan aset drainase," kata Kepala Bandara Hasan Aroeboesman Ende, kepada POS-KUPANG.COM, Senin 17 Mei 2021.

Indra menguraikan, ketika aset tersebut dikelola oleh Bandara, otamatis pemeliharaannya juga oleh pihak Bandara. Lanjutnya, ke depan pihaknya akan memperluas drainase tersebut.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Drainase Bandara Ende

Dia katakan, drainase di area Bandara Hasan Aroeboesman Ende, jadi perhatian serius mengingat saat terjadi hujan, banjir, air dari drainase bisa meluap hingga area runway, bisa membahayakan penerbangan.

Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Senin (17/5/2021).
Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Senin 17 Mei 2021. (POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.)

Namun, pengalihan aset tidak menjamin soal sampah dan banjir teratasi. Dia katakan Bandara tidak pernah menghasilkan sampah. Sampah yang sebabkan drainase tersumbat dan terjadi banjir, berasal dari luar.

Oleh karena itu, lanjutnya, butuh kerja sama dan koordinasi yang baik dari stakehokder terkait juga masyarakat. "Bandara tidak pernah hasilkan sampah, artinya sampah di Bandara berasal dari luar," tegasnya.

Indra meminta agar Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas PUPR, membuat penangkap sampah di titik masuk ke Bandara, sehingga sampah tidak lolos ke drainase Bandara.

Bandara Ende di Kota Ende
Bandara Ende di Kota Ende (POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI)

Baca juga: Sampah dan Air Meluap di Bandara Ende, Pihak Bandara Minta Benahi Drainase

Tidak hanya itu, Indra juga imbau warga agar tidak buang sampah di sembarang tempat, apalagi ke dalam drainase.

Jadi menurutnya, pengalihan aset Bandara sebagai salah satu upaya tangani sampah tidak cukup, butuh keterlibatan aktif masyarakat, juga dinas - dinas terkait. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved