Geger, Ratusan Mayat Ditemukan di Pasir Dangkal Tepi Sungai Gangga, Polisi India Ungkap Fakta Ini

Geger, Ratusan Mayat Ditemukan di Pasir Dangkal Tepi Sungai Gangga India, simak beritanya

Editor: maria anitoda
via sosok.grid.id
Geger, Ratusan Mayat Ditemukan di Pasir Dangkal Tepi Sungai Gangga India 

Navneet Sehgal membuat alasan, beberapa penduduk desa memang tidak mengkremasi jenazah seperti adat.

Baca juga: Ini yang Menjadi Alasan Pebulutangksi India Carolina Marin Akan Absen di Malaysia Open 2021 ?

Menurutnya, hal itu terjadi karena “biaya” tradisi Hindu selama beberapa periode melonjak tajam, yang secara religius penting dilakukan.

Karena tak mampu mengkremasi, ia meyakini warga India kemudian mengubur mayat di tepi sungai dengan menggali pasir dangkal.

Di sisi lain, Ramesh Kumar Singh, anggota Bondhu Mahal Samiti, sebuah organisasi filantropi yang membantu mengkremasi jenazah, mengatakan jumlah kematian warga sangat tinggi di daerah pedesaan.

Ia menyebut, orang-orang miskin memang banyak yang membuang jenazah di sungai karena mahalnya biaya kremasi.

Biaya kremasi meningkat tiga kali lipat menjadi 15.000 rupee, setara kurang lebih Rp 3 juta.

Pada Sabtu (15/5/2021), seorang jurnalis foto Associated Press memperkirakan setidaknya ada 300 kuburan tepi sungai yang dangkal, di lahan pasir yang luas dekat Prayagraj.

Setiap kuburan ditutupi oleh kain jingga, kuning atau kemerahan dan diletakan dengan arah yang sama.

Baca juga: Kesaksian Polisi India Soal Covid: 30 Tahun Mengabdi Tak Ada Kasus Semengerikan Ini, Mayat Menumpuk

Beberapa polisi berada di tempat kejadian. Tetapi mereka tetap mengizinkan sebuah keluarga, yang datang dengan truk kecil, untuk menguburkan seorang wanita berusia 75 tahun di lokasi tersebut.

K.P. Singh, seorang perwira polisi senior, mengaku pihak berwenang telah mengalokasikan tempat kremasi di tepi sungai Prayagraj bagi mereka yang meninggal karena Covid-19, dan polisi tidak lagi mengizinkan penguburan di tepi sungai.

Pihak berwenang di negara bagian Sehgal telah menemukan "sejumlah kecil" mayat di tepi sungai, katanya, tetapi tidak memberikan angka.

Namun, pada Minggu (16/5/2021), seorang Buddha berusia 30 tahun datang ke tepi sungai yang sama di Prayagraj bersama anggota keluarga lainnya dan menguburkan ibunya, yang katanya meninggal karena serangan jantung.

Baca juga: Kesaksian Polisi India Soal Covid: 30 Tahun Mengabdi Tak Ada Kasus Semengerikan Ini, Mayat Menumpuk

"Dia tidak terinfeksi Covid-19," kata Vijay Kumar kepada AP, menambahkan bahwa agamanya mengizinkan kremasi dan penguburan, "tetapi saya memilih penguburan."

Otoritas kesehatan India pekan lalu menemukan 71 mayat yang terdampar di tepi Sungai Gangga, di negara bagian Bihar yang berdekatan.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved