Personil Operasi Ketupat Ranakah dan Satgas Covid Monitor Arus Balik

berwisata juga menegakkan protokol kesehatan (Prokes) demi pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Belu.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.SP. 

Personil Operasi Ketupat Ranakah dan Satgas Covid Monitor Arus Balik

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Arus balik liburan Idul Fitri 1442 Hijriah masih di masa operasi ketupat ranakah 2021.

Personel gabungan yang diterjunkan Polres Belu dalam operasi ini sebanyak 400 orang termasuk unsur satgas penanganan covid-19.

Operasi tersebut selain menjamin keamanan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadat Idul Fitri, berwisata juga menegakkan protokol kesehatan (Prokes) demi pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Belu.

Penegakan prokes bukan hanya saat ibadat tetapi dalam aktivitas sehari-hari terutama aktivitas masyarakat di tempat-tempat wisata selama mengisi masa liburan.

Baca juga: Bupati Belu, Agustinus Taolin : Satgas Covid-19 Kabupaten Belu Siaga 24 Jam

Hal ini disampaikan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh kepada wartawan, Jumat 14 Mei 2021.

Menurut Kapolres, untuk menjamin keamanan dan penegakan prokes bagi masyarakat yang beraktivitas di tempat wisata, Polre telah membangun pos pelayanan terpadu di wilayah Kakuluk Mesak. 

BUKA GEMA TAKBIR---Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD membuka gema takbir menyambut 1 Syawal 1442 Hijriah di Masjid Agung Hidayatullah Atambua, Rabu (12/5/2021) malam.
BUKA GEMA TAKBIR---Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD membuka gema takbir menyambut 1 Syawal 1442 Hijriah di Masjid Agung Hidayatullah Atambua, Rabu (12/5/2021) malam. (POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Petugas yang berada di pos pelayanan terpadu adalah gabungan TNI-Polri, Dishub, Pol PP dan satgas Covid-19.

Baca juga: Agus Taolin Masih Dijagokan Golkar Sebagai Bakal Calon Bupati 2024

Terpisah, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/5/2021) mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu selalu siaga 24 jam untuk melayani masyarakat.

Dirinya sudah memerintahkan rumah sakit dan puskesmas-puskesmas agar tetap buka dan siap memberikan pelayanan kepada selama liburan Idul Fitri.

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD bertemu petani di Tulakadi, Rabu 5 Mei 2021.
Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD bertemu petani di Tulakadi, Rabu 5 Mei 2021. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Terkait dengan antisipasi arus balik, Bupati Agus Taolin mengatakan, penanganan covid-19 dilakukan secara terstruktur, tersistem dan tetap dalam pengawasan.

Pemerintah sudah mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi yakni, satgas covid-19 siaga 24 jam, rumah sakit dan puskesmas juga siaga termasuk Bupati selaku ketua umum. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pelayanan dari Satgas Covid-19 bisa dihubungi kapan saja.

Pemerintah juga mengantisipasi arus balik dengan memperkuat pengawasan dan pengendalian pelaku perjalanan di titik-titik masuk Belu seperti bandara, PLBN dan batas darat. Di titik-titik tersebut, petugas satgas bersinergi dengan TNI-Polri akan mengecek pelaku pelaku perjalanan yang masuk ke Belu.

Baca juga: Bupati Belu, Agus Taolin Tidak Target Kerja 100 Hari, Simak Penjelasannya

Selain menempatkan petugas di titik masuk, pemerintah juga sudah mempersiapkan petugas di tempat-tempat wisata guna mengecek dan mengontrol aktivitas masyarakat di tempat wisata saat liburan Idul Fitri. Hal ini sebagai upaya pengendalian dan pencegahan transmisi lokal penyebaran covid-19. 

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Perbatasan BNPP RI, Drs. Robert Simbolon, MAP didampingi Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD saat memimpin rakor dan Konfirmasi Rencana Aksi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 di Lantai III PLBN Motaain, Rabu (5/5/2021).
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Perbatasan BNPP RI, Drs. Robert Simbolon, MAP didampingi Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD saat memimpin rakor dan Konfirmasi Rencana Aksi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 di Lantai III PLBN Motaain, Rabu (5/5/2021). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Langkah kongkret lain yang sudah disiapkan pemerintah adalah tempat karantina. Pemerintah menggunakan Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) sebagai tempat karantina bagi orang yang memiliki gejala ringan dan yang perlu dipantau.

Menurut Bupati, tempat karantina yang dipersiapkan itu cukup representatif baik kapasitas maupun fasilitas penunjang lain yang telah disediakan. Pemerintah akan terus memperhatikan fasilitas penunjang di tempat karantina tersebut. Saat ini belum ada orang bergejala covid-19 yang di karantina di tempat tersebut. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas). 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved