Senin, 20 April 2026

Bupati Belu, Agustinus Taolin : Satgas Covid-19 Kabupaten Belu Siaga 24 Jam

Bupati Agus Taolin menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Gema Takbiran di Masjid Agung Hidayatullah Atambua

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agus Taolin, Sp.PD 

Bupati Belu, Agustinus Taolin : Satgas Covid-19 Kabupaten Belu Siaga 24 Jam

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Bupati Belu, dr. Agustinu Taolin, Sp.PD menyampaikan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu selalu siaga 24 jam untuk melayani masyarakat.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pelayanan dari Satgas Covid-19 bisa dihubungi kapan saja termasuk Bupati selaku Ketua Umum Satgas Penanganan Covid-19 juga bisa dihubungi.

Bupati Agus Taolin menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Gema Takbiran di Masjid Agung Hidayatullah Atambua, Rabu 12 Mei 2021 malam.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu menghimbau umat Islam agar mematuhi edaran dari Menteri Agama dan Majelis Ulama Indonesia terkait dengan penerapan protokol kesehatan saat sholat Idul Fitri. Hal ini penting dilakukan demi mencegah penularan covid-19 di Kabupaten Belu.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus simulai alur pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu (28/4/2021).
Bupati Belu, dr. Agus Taolin melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus simulai alur pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu (28/4/2021). (POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Baca juga: Bupati Belu, Agus Taolin Buka Gema Takbiran di Masjid Hidayatullah di Atambua

Sebelumnya, Bupati Belu ketika dikonfirmasi Pos Kupang.Com mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu sudah mengantisipasi arus balik dengan memperkuat pengawasan dan pengendalian pelaku perjalanan di titik-titik masuk Belu seperti bandara, PLBN dan batas darat. Di titik-titik tersebut, petugas satgas bersinergi dengan TNI-Polri akan mengecek pelaku pelaku perjalanan yang masuk ke Belu.

Selain menempatkan petugas di titik masuk, pemerintah juga sudah mempersiapkan petugas di tempat-tempat wisata guna mengecek dan mengontrol aktivitas masyarakat di tempat wisata saat liburan Idul Fitri. Hal ini sebagai upaya pengendalian dan pencegahan transmisi lokal penyebaran covid-19. 

Langkah kongkret lain yang sudah disiapkan pemerintah adalah tempat karantina. Pemerintah menggunakan Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) sebagai tempat karantina bagi orang yang memiliki gejala ringan dan yang perlu dipantau.

Baca juga: Bupati Belu, Agus Taolin Ingatkan Dinas Lingkungan Hidup Percepat Penyelesaian Kajian 

Menurut Bupati, tempat karantina yang dipersiapkan itu cukup representatif baik kapasitas maupun fasilitas penunjang lain yang telah disediakan. Pemerintah akan terus memperhatikan fasilitas penunjang di tempat karantina tersebut. Saat ini belum ada orang bergejala covid-19 yang di karantina di tempat tersebut.

Terpisah, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh mengatakan, Polres Belu mengkerahkan 400 personel gabungan untuk pengamanan Idul Fitri. Operasi dengan sandi Ketupat Ranakah 2021 itu berlangsung selama 12 hari sejak 6-17 Mei 2021.

Sasaran operasi adalah tempat-tempat ibadah, tempat perbelanjaan, tempat wisata, titik-titik masuk Kabupaten Belu dan pengamanan kegiatan keagamaan seperti takbiran dan sholat Idul Fitri.

Baca juga: Agus Taolin Masih Dijagokan Golkar Sebagai Bakal Calon Bupati 2024

Operasi Ketupat Ranakah ini selain menjamin keamanan bagi masyarakat saat beribadah juga menekankan soal penerapan protokol kesehatan (prokes). Untuk itu, petugas akan menegakkan disiplin prokes bagi masyarakat baik saat beribadah maupun saat beraktivitas lain seperti berwisata.

Khusus di lokasi wisata, Polres Belu telah membuat pos pelayanan terpadu untuk mengecek masyarakat yang datan ke tempat wisata. ( Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas). 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved