Breaking News:

Virus Corona

WHO Tingkatkan Level Varian B.1.617, Covid-19 India Kemungkinan Berubah Jadi Krisis Global 

Kapankah pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan itu selalu muncul di benak kita.

Youtube/DW NEWS
Pemandangan di salah satu tempat kremasi jenazah korban Covid-19 di India. 

WHO Tingkatkan Level Varian B.1.617, Covid-19 India Kemungkinan Berubah Jadi Krisis Global 

POS-KUPANG.COM - Kapankah pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan itu selalu muncul di benak kita.

Nyatanya, penularan Covid-19 belum juga berakhir bahkan terus meningkat. Apalagi setelah munculnya berbagai varian baru Covid-19, seperti yang sedang melanda India.

Sejak Senin 10 Mei 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan level varian B.1.617 yang pertama kali terdeteksi di India sebagai variant of concern atau varian yang diperhatikan dunia. Level variant of concern ini naik dari sebelumnya variant of interest.

Dengan masuknya varian B.1.617 ke varian of concern, saat ini ada 4 varian Covid-19 yang diperhatikan WHO dan dunia, yakni: Varian B.1.1.7 yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan merupakan varian paling umum yang saat ini beredar di AS.

Varian B.1.351 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Varian P.1 yang pertama kali terdeteksi di Brasil. Varian B.1.617 yang menyebar luas di India dan memicu tsunami Covid-19 di negara itu.

Dilansii CNBC International, Senin 10 Mei 2021, varian B.1.617 diklasifikasikan sebagai variant of concern karena terbukti varian tersebut menyebar lebih banyak dari virus asli dan punya risiko dapat menghindari virus.

Menanggapi tsunami Covid-19 di India, banyak negara menyumbangkan oksigen, vaksin, pasokan medis, dan menutup perbatasan ke negara terpadat kedua di dunia itu.

Penutupan wilayah mungkin sudah terlambat. Pasalnya, kemarin Kamis 13 Mei 2021 WHO mengumumkan bahwa varian B.1.617 sudah ditemukan di 49 negara yang tersebar di setiap benua.

"Dan karena hanya sekitar 0,1 persen sampel positif di India yang diurutkan secara genetik, mungkin ada varian yang muncul di sampel lain," kata Amita Gupta, wakil direktur Pusat Pendidikan Kesehatan Klinis Global Universitas Johns Hopkins, seperti dilansir Time, Rabu 12 Mei 2021.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved