Khatib Umbu : Momen Idul Fitri, Mari Saling Memaafkan dan Tebarkan Cinta Kasih pada Sesama
Manusia harus mampu menghilangkan rasa iri, dengki, dendam dan prasangka buruk antar sesama
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Khatib Umbu : Momen Idul Fitri, Mari Saling Memaafkan dan Tebarkan Cinta Kasih pada Sesama
POS-KUPANG. COM | SOE -- Kurang lebih 1.000 umat Islam di Kota Soe, Kamis 13 Mei 2021 melaksanakan sholat Ied di lapangan Puspenmas Kota Soe tepat pukul 07.00 WITA.
Bertindak sebagai Imam sholat Ied, Arifin H. Salama Tangga dan Khatib Drs. KH. Pua Monto Umbu Nay.
Dalam moment perayaan Idul Fitri, Khatib Umbu mengajak seluruh umat Islam untuk melaksanakan sifat Allah yang terkandung dalam surat Al-fatihah sebagai ibu Quran.
Sifat yang pertama yaitu, Ar-Rahman, Yang Maha Mencintai dan Mengasihi. Sebagai umat Allah seharusnya manusia mewarisi sifat cinta kasih. Manusia harus mampu menghilangkan rasa iri, dengki, dendam dan prasangka buruk antar sesama. Manusia harus mampu membangun persaudaraan yang berlandaskan cinta dan kasih.
Baca juga: Lonceng Gereja Katolik Berdentang di Malaka Saat Khotib Ustad Abdurrauf Berkotbah pada Sholat Ied
Sifat yang kedua lanjutnya yaitu, Ar-Rahim, Maha Penyayang. Di hari Idul Fitri ini umat Islam diajak untuk menebarkan perasaan saling menyayangi satu sama lain.
Umat Islam harus mampu menyayangi mereka yang pernah menyakitinya, mereka yang pernah berselisih paham bahkan mereka yang pernah mencelakainya. Hilangkan semua kebencian, amarah dan mari saling memaafkan dan menyayangi satu dengan yang lain.
"Di moment Idul Fitri ini mari kita tebarkan cinta kasih kepada sesama, bahka kepada mereka yang pernah menyakiti kita," ajak Khatib Umbu.
Baca juga: MUI Malaka Pastikan 2 Lokasi Sholat Ied di Malaka, Ini Imbauannya
Sifat Allah yang ketiga yaitu Rabb, Yang Maha Mengatur, Mengasuh dan Mengurus. Setelah saling bermaafan satu sama lain, umat Islam diajak untuk mengisi hidup dengan saling mengasuh dan saling mengingatkan dengan bahasa yang sopan satu sama lain.
Dan sifat yang keempat yaitu, Al-Malik, Maha Raja dan maha Menguasai. Khatib Umbu mengajak seluruh umat Islam agar menggunakan kekuasaan dan kewenangan yang ada untuk membantu sesama, menolong mereka yang tertindas, menjenguk mereka yang sakit, membela mereka yang Yatim-piatu dan menyapa mereka yang miskin dan papa.
"Mari kita gunakan kekuasaan yang kita miliki karena suatu jabatan atau posisi untuk membantu sesama yang membutuhkan," ujarnya.
Baca juga: Kapolres Ngada dan Anggota Sholat Idul Fitri Bersama Masyarakat
Idul Fitri tahun ini masih sama dengan tahun lalu, dimana masih berada dalam status Pandemi Virus Corona. Jalan-jalan mudik ditutup hingga jalan tikus pun disekat demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Bagi umat Islam yang jauh dari orang tua dan sanak saudara yang tidak bisa mudik menemui, memeluk dan simpuh, khatib Umbu mengajak untuk menerobos jalan mudik menuju pangkuan ummulQur'an atau ibu Al-Qur'an.
Moment Idul Fitri merupakan momen dimana umat Manusia kembali kepada keaslian dan kesucian. Ibarat bayi, maka orang yang menjalani Ramadan dengan baik maka ia kembali kepada kesucian dan keaslian seperti seorang bayi yang baru dilahirkan ibunya. Dosa-dosanya telah dihapuskan.
Baca juga: Pimpin Misa Hari Kenaikan Yesus, Uskup Siprianus Ajak Umat Doakan Kaum Muslim Rayakan Idul Fitri
" Moment Idul Fitri adalah moment dimana kita kembali kepada kesucian dan keaslian kita. Dimana seluruh dosa-dosa kita dihapuskan," pungkasnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-sholat.jpg)