Lonceng Gereja Katolik Berdentang di Malaka Saat Khotib Ustad Abdurrauf Berkotbah pada Sholat Ied

Saat bersamaan lonceng di Gereja Dekenat Malaka-pun berdentang karena saat itupun Umat Kristiani merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Lonceng Gereja Katolik Berdentang di Malaka Saat Khotib Ustad Abdurrauf Berkotbah pada Sholat Ied
foto : Edy Hayong.
Ketua MUI Kabupaten Malaka Zainal Muttaqim dan Plt. Kapolres Malaka AKBP Sigit Harimbawan, S.H, S.I.K.,M.H saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis 13 Mei 2021.

Lonceng Gereja Katolik Berdentang di Malaka Saat Khotib Ustad Abdurrauf Berkotbah pada Sholat Ied

POS-KUPANG.COM I BETUN--Pelaksanaan Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1442 H oleh Umat Islam di lapangan Umum Kota Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Kamis 13Mei 2021 berlangsung aman, lancar dan penuh hikmat. Ratusan Jamaah  yang hadir menaati protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19.

Suasana agak berbeda ketika Khotib Ustad Abdurrauf yang juga Ketua Takmir Masjid Al- Qadr, Pasar Baru, Betun sekitar Pukul 07.00 Wita menyampaikan khotbah.

Saat bersamaan lonceng di Gereja Dekenat Malaka-pun berdentang, karena saat itupun Umat Kristiani merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus. Jarak antara lapangan Umum Betun dengan Gereja Katolik Dekenat Malaka sekitar 300 Meter.

Baca juga: MUI Malaka Pastikan 2 Lokasi Sholat Ied di Malaka, Ini Imbauannya

Pantauan Pos-Kupang, para Jamaah dengan tertib ke lapangan mengenakan masker setelah mereka mencuci tangan terlebih dahulu di 2 titik pintu masuk.

Suasana para Jamaah Agama Islam di Malaka sedang mengikuti Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1442 H di lapangan Umum Betun, Kamis (13/5).
Suasana para Jamaah Agama Islam di Malaka sedang mengikuti Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1442 H di lapangan Umum Betun, Kamis 13 Mei 2021. (Ket foto : Edy Hayong.)

Selanjutnya dengan tertib para Jamaah menempati area yang sudah diatur panitia. Tepat Pukul 06.30 Wita pelaksanaan Sholat Ied dimulai yang dipimpin  Imam Ustad H. Ali Musid.

Giliran Khotib Abdurrauf menyampaikan Kotbah, tepat Pukul 07.00 Wita lonceng dari Gereja Katolik Dekenat Malaka berdentang karena saat bersamaan umat Kristiani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus sang Raja Damai. Tampak hadir Ketua MUI Malaka, Zainal Muttaqim, Plt. Kapolres Malaka, AKBP Sigit Harimbawan.

Baca juga: Harga Sembako Jelang Hari Raya Idul Fitri di Malaka Stabil

Ustad Abdurrauf dalam kotbahnya  mengatakan, Sholat Ied Idul Fitri merupakan gema takbir kemenangan Umat Islam setelah sebulan menjalankan ibadah Puasa.

Pada hari raya kali ini, kata Abdurrauf, sangat berbeda dengan hari raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena dunia dilanda pandemi covid-19.

"Virus Corona tidak boleh merubah kehidupan kita. Bukankah Allah memberikan keimanan untuk kehidupan kita. Musibah ini janganlah kita bersangka buruk tapi kembalilah kepada Allah ditengah kita  mendapat cobaan ini," ujar Abdurrauf.

Pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 Hijrah oleh umat Muslim di lapangan Umum Kota Betun, Jumat 31 Juni 2020 pagi.
Pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 Hijrah oleh umat Muslim di lapangan Umum Kota Betun, Jumat 31 Juni 2020 pagi. (POS-KUPANG.COM/Edi Hayon)

Baca juga: Peduli Bencana NTT, KMHDI Salurkan Bantuan ke Kabupaten Malaka

Dia mengakui pandemi Corona merupakan cobaan dari Allah.  Dalam Agama Islam diajarkan tentang kebaikan dan sabar. Untuk itu, dirinya mengajak para Jamaah untuk  mendekatkan diri dengan Allah.

"Musibah ini merupakan peringatan untuk kita kembali ke jalan kebenaran yang diajarkan Allah.
Musibah ini terjadi karena kehidupan kita sudah keterlaluan.  Kita sudah menjauhkan  diri dari Allah, karena perkembangan Iptek seolah-olah ingin melebihi Allah. Kepercayaan kita pada ajaran Allah  menipis bahkan hilang samasekali," tegas Abdurrauf.

Nampak Suasana Sholat Ied di lapangan Puspenmas Kota Soe
Nampak Suasana Sholat Ied di lapangan Puspenmas Kota Soe (istimewa)

Menurut Abdurrauf, munculnya wabah ini untuk menghancurkan  kesombongan manusia baik dalam bidang politik, sosial ekonomi, dll.  Semua kekuatan selama ini dibuatnya tidak berdaya dan tidak ada kekuatan lain  yang mampu membendung. Perusahaan gulung tikar,  pengangguran diman-mana.

"Saya mengajak kita semua untuk berdoa dan mohon pengampunan pada Allah. Pandemi  ini membuat kita sadar akan kelemahan dan kembali kepada Allah," pungkasnya.( Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved