Jurnalis RRI Ende Non Muslim Ucap Selamat Idul Fitri Lewat Lagu
Para Jurnalis RRI Ende yang non muslim sampaikan ucapan Selamat Idul Fitri lewat lagu
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Para Jurnalis RRI Ende yang non muslim sampaikan ucapan Selamat Idul Fitri lewat lagu
POS-KUPANG.COM | ENDE - "Tidak Penting Apapun Agama dan Sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu,".
Kutipan kalimat mantan presiden RRI, KH. Abdulrrahman Wahid atau Gus Dur di atas menjadi pengantar lagu 'Isya Allah' (Maher Zahin) yang dinyanyikan kembali oleh angkasawan/i dan operator Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Ende.
Lagu ini dibawakan angkasawan/i dan operator non muslim, dipersembahkan untuk umat muslim sebagai ucapan, penghargaan, toleransi, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Videonya sudah dirilis beberapa hari lalu sebelum Idul Fitri.
Baca juga: WHO Tingkatkan Level Varian B.1.617, Covid-19 India Kemungkinan Berubah Jadi Krisis Global
Baca juga: Shalat Idul Fitri di Ende Terapkan Prokes Secara Ketat di Masjid
Caroline Woda Mosa, salah satu angkasawati yang ikut menyanyi, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, meraka tidak menghabiskan banyak waktu maupun tenaga untuk latihan, mengingat sebagian besar angkswaan/i RRI pandai menyanyi, bahkan ada pernah jadi penyanyi.
Menurutnya, yang penting adalah, melalui lagu tersebut, mereka mau menunjukan sikap toleransi dan penghargaan kepada umat muslim. "Ini perdana, kami angkasawan, angkasawati RRI non muslim mengucapkan selamat Idul Fitri seperti ini," kata penyiar pro I ini.
Kepala LPP RRI Ende, Yuliana Marta Doky kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, ia mengapresiasi inisiatif dan kreativitas para angkasawan/i dan operator tersebut.
"Kita ingin menunjukan indahnya toleransi, perbedaan itu bukan menjadi penghalang untuk maju bersama. Apalagi tahun Idul Fitri," ungkapnya.
Baca juga: Tim Gabungan Amankan Salat Ied dan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kabupaten Mabar
Baca juga: Baru 2,02 Persen Warga Sumba Timur yang Divaksin Covid-19
Menurutnya, penggarapan project tersebut tidak memakan banyak waktu. "Nah ini pas hari raya Idul Fitri dan kenaikan Isa Alamasih bersamaan. Nah yang menyanyi kalau yang muslim sudah biasa tapi ini yang nyanyi non muslim," ungkapnya.
Dia menerangkan, bulan lalu, RRI Ende menyelenggarakan focus group discussion (FGD) yang nuansanya soal keberagaman dan persatuan.
"Topik FGD 'RRI Sebagai Simpul Keberagaman yang Inklusi' itu," ungkapnya. Karena topiknya keberagaman maka yang peserta yang hadir dari berbagai kalangan.
Peserta FGD baik yang hadir tatap muka maupun melalaui zoom, dari berbagai kalangan, tokoh masyarakat, agama, mahasiswa, anggota DPRD Ende, tokoh perempuan, pemuda, dan sebagainya.
Dia katakan, RRI sebagai radio pemersatu, senantiasa RRI mengikrarkan harus berdiri di atas segala aliran dan keyakinan partai atau golongan dan mampu merangkul semua keberagaman.
Cacatan POS-KUPANG.COM, Dewan pengawas RRI, Dwi Hernuningsih, yang menjadi salah satu narasumber dalam FGD kala itu, menguraikan, RRI sebagai simpul keberagaman yang inklusi merupakan sebuah kenicyaan dan amanah yang diberikan oleh founding fathers RRI. "RRI harus berdiri di atas semua golongan dan aliran," tegasnya.
Dia tegaskan, angkasawan - angkasawati dalam berkarya harus memegang teguh Tri Prasetya RRI, yang mengatur tentang daya juang, bagaimana bersikap bersih, jujur dan hanya berbakti kepada bangsa dan tanah air dan berdiri diatas semua aliran dan golongan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/indahnya-toleransi-jurnalis-rri-ende-non-muslim-ucap-selamat-idul-fitri.jpg)