73 Sampel Swab dari Sumba Timur Belum Diperiksa

ebanyak 4.545 sampel, sehingga total semua sampel,baik yang diperiksa secara PCR, TCM dan rapid Antigen sebanyak 8.219 sampel.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
73 Sampel Swab dari Sumba Timur Belum Diperiksa
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto SE,M.I.Pol

73 Sampel Swab dari Sumba Timur Belum Diperiksa 

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Masih ada 73  sampel swab dari Kabupaten Sumba Timur yang saat ini belum diperiksa. Total sampel yang dikirim untuk diperiksa secara Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 3.674 sampel.

Data diperoleh dari Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Kamis 13 Mei 2021 menyebutkan, sampel atau spesimen swab yang belum ada hasil pemeriksaan sebanyak 73 sampel.

Total sampel yang diambil untuk diperiksa sebanyak 3.674 sampel. Sedangkan sampel yang diperiksa dengan rapid Antigen sebanyak 4.545 sampel, sehingga total semua sampel,baik yang diperiksa secara PCR, TCM dan rapid Antigen sebanyak 8.219 sampel.

Baca juga: Taat Protokol Kesehatan, Jamaah di Masjid Agung Al Jihad Sumba Timur Cuci Tangan Sebelum Sholat 

Dari jumlah 8.219 sampel itu dengan rinciam 6.075 sampel negatif, 2.071 sampel  terkonfirmasi positif dan 73 sampel belum ada hasil.

Pasien positif Covid-19 sampai sekarang berjumlah 1.347 orang, dengan rincian sebanyak 1.087 pasien dinyatakan sembuh, 41 pasien meninggal dunia dan 219 pasien masih dirawat.

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto,S.E, M.I.Pol mengatakan, penanganan pasien positif Covid-19 harus jelas, terutama pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca juga: Idul Fitri di Kabupaten Sumba Timur, Jamaah di Masjid Agung Al Jihad Mulai Berdatangan

Menurut Dwi sesuai laporan Dinas Kesehatan Sumba Timur dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 bahwa angka kesembuhan setiap hari naik atau bertambah.

"Namun, kita harus bisa pastikan pasien yang sembuh itu, apakah mengalami kesembuhan sendiri atau melalui pengobatan. Ini harus jelas sebagai bahan evaluasi dari satgas," kata Dwi Joko.(Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved