Rakyat India Sampai Putus Asa,Jenazah Pasien Covid-19 Dibuang ke Sungai Gangga hingga Terdampar
Mayat-mayat yang sebelumnya merupakan pasien Covid-19 sudah tak mampu lagi ditangai oleh petugas pemakaman dan krematorium
POS KUPANG.COM -- Rakyat India mulai putus asa dengan tsunami Covid-19 yang menghantam negara iti
Mayat-mayat yang sebelumnya merupakan pasien Covid-19 sudah tak mampu lagi ditangai oleh petugas pemakaman dan krematorium
Akibatnya, keluarga sudah kebingungan dan akhirnya memutuskan membuangnya begitu saja ke Sungai Gangga
Puluhan mayat tampak terdampar di tepi Sungai Gangga. Kondisi ini terjadi seiring melonjaknya jumlah korban meninggal akibat Covid-19
Melansir Reuters, India saat ini menyumbang satu dari tiga kematian yang dilaporkan akibat virus corona di seluruh dunia.
Hal ini menyebabkan sistem kesehatan India kewalahan, meskipun ada sumbangan tabung oksigen dan peralatan medis lainnya dari seluruh dunia.
Baca juga: Sudah Lebih Dari Seperempat Juta Rakyat India Meninggal Karena Covid-19, Korban Masih Berjatuhan
Baca juga: Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia
Baca juga: India Benar-benar Kelimpungan, Kotoran Sapi pun Jadi Obat Covid-19, Forum Dokter Kritik Keras
Baca juga: Ledakan Covid-19 Malaysia Kini Hampir Mirip India, Negeri Jiran Umumkan Lockdown Nasional
Di sisi lain, bagian pedesaan India tidak hanya memiliki perawatan kesehatan yang lebih sederhana, tetapi sekarang juga harus menghadapi kekurangan kayu untuk kremasi tradisional Hindu.
Pihak berwenang mengatakan, pada hari Selasa (11/5/2021), mereka sedang menyelidiki penemuan sejumlah mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Gangga di dua negara bagian yang terpisah.

“Saat ini sangat sulit bagi kami untuk mengatakan dari mana mayat-mayat ini berasal,” kata M P Singh, pejabat tinggi pemerintah di distrik Ghazipur, di Uttar Pradesh seperti yang dikutip Reuters.
Akhand Pratap, seorang penduduk setempat, mengatakan bahwa banyak warga yang membenamkan jenazah di sungai suci Gangga sebagai ganti kremasi karena mereka kekurangan kayu kremasi.
Bahkan di ibu kota, New Delhi, banyak korban Covid-19 ditinggalkan oleh kerabat mereka setelah dikremasi. Alhasil, relawan lah yang harus mencuci abunya, mendoakan mereka, dan kemudian membawa mereka untuk disebar ke sungai di kota suci Haridwar, bermil-mil jauhnya.
Baca Juga: India bisa menjadi pelajaran berharga buat Indonesia
“Organisasi kami mengumpulkan sisa-sisa ini dari semua krematorium dan melakukan ritual terakhir di Haridwar sehingga mereka dapat mencapai keselamatan,” kata Ashish Kashyap, seorang sukarelawan dari organisasi amal Shri Deodhan Sewa Samiti.
Infeksi harian tembus rekor baru
Data Reuters yang mengutip Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan, rata-rata kasus infeksi corona tujuh hari mencapai rekor 390.995 pada hari Selasa, dengan 3.876 kematian.
Kematian resmi Covid-19, yang menurut para ahli hampir pasti tidak dilaporkan, berada di bawah seperempat juta.