Rakyat India Sampai Putus Asa,Jenazah Pasien Covid-19 Dibuang ke Sungai Gangga hingga Terdampar

Mayat-mayat yang sebelumnya merupakan pasien Covid-19 sudah tak mampu lagi ditangai oleh petugas pemakaman dan krematorium

Editor: Alfred Dama
Tribunnews.com
India digegerkan dengan penemuan puluhan mayat pasien Covid-19 yang terapung di Sungai Gangga. Dalam video yang beredar, jasad itu terlihat menumpuk di tepi Sungai Gangga, Chausa, negara bagian Bihar Utara. 

POS KUPANG.COM -- Rakyat India mulai putus asa dengan tsunami Covid-19 yang menghantam negara iti

Mayat-mayat yang sebelumnya merupakan pasien Covid-19 sudah tak mampu lagi ditangai oleh petugas pemakaman dan krematorium

Akibatnya, keluarga sudah kebingungan dan akhirnya memutuskan membuangnya begitu saja ke Sungai Gangga

Puluhan mayat tampak terdampar di tepi Sungai Gangga. Kondisi ini terjadi seiring melonjaknya jumlah korban meninggal akibat Covid-19

Melansir Reuters, India saat ini menyumbang satu dari tiga kematian yang dilaporkan akibat virus corona di seluruh dunia.

Hal ini menyebabkan sistem kesehatan India kewalahan, meskipun ada sumbangan tabung oksigen dan peralatan medis lainnya dari seluruh dunia.

Baca juga: Sudah Lebih Dari Seperempat Juta Rakyat India Meninggal Karena Covid-19, Korban Masih Berjatuhan

Baca juga: Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia

Baca juga: India Benar-benar Kelimpungan, Kotoran Sapi pun Jadi Obat Covid-19, Forum Dokter Kritik Keras

Baca juga: Ledakan Covid-19 Malaysia Kini Hampir Mirip India, Negeri Jiran Umumkan Lockdown Nasional

Di sisi lain, bagian pedesaan India tidak hanya memiliki perawatan kesehatan yang lebih sederhana, tetapi sekarang juga harus menghadapi kekurangan kayu untuk kremasi tradisional Hindu.

Pihak berwenang mengatakan, pada hari Selasa (11/5/2021), mereka sedang menyelidiki penemuan sejumlah mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Gangga di dua negara bagian yang terpisah.

Kerabat menyiapkan jenazah seseorang, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), untuk dikremasi di tempat krematorium di New Delhi, India, Rabu 28 April 2021.
Kerabat menyiapkan jenazah seseorang, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), untuk dikremasi di tempat krematorium di New Delhi, India, Rabu 28 April 2021. (ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUI)

“Saat ini sangat sulit bagi kami untuk mengatakan dari mana mayat-mayat ini berasal,” kata M P Singh, pejabat tinggi pemerintah di distrik Ghazipur, di Uttar Pradesh seperti yang dikutip Reuters.

Akhand Pratap, seorang penduduk setempat, mengatakan bahwa banyak warga yang membenamkan jenazah di sungai suci Gangga sebagai ganti kremasi karena mereka kekurangan kayu kremasi.

Bahkan di ibu kota, New Delhi, banyak korban Covid-19 ditinggalkan oleh kerabat mereka setelah dikremasi. Alhasil, relawan lah yang harus mencuci abunya, mendoakan mereka, dan kemudian membawa mereka untuk disebar ke sungai di kota suci Haridwar, bermil-mil jauhnya.

Baca Juga: India bisa menjadi pelajaran berharga buat Indonesia

“Organisasi kami mengumpulkan sisa-sisa ini dari semua krematorium dan melakukan ritual terakhir di Haridwar sehingga mereka dapat mencapai keselamatan,” kata Ashish Kashyap, seorang sukarelawan dari organisasi amal Shri Deodhan Sewa Samiti.

Infeksi harian tembus rekor baru
Data Reuters yang mengutip Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan, rata-rata kasus infeksi corona tujuh hari mencapai rekor 390.995 pada hari Selasa, dengan 3.876 kematian.

Kematian resmi Covid-19, yang menurut para ahli hampir pasti tidak dilaporkan, berada di bawah seperempat juta.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved