Breaking News:

Ahli Sosiologi Soroti Dakwaan Jaksa Soal Rizieq Shihab, Tim Kuasa Hukum Minta Maaf ke Presiden, Lho?

Musni Umar, Ahli Sosiologi Umum dari UIC (Universitas Ibnu Chaldun) Jakarta, mengungkapkan pernyataan kritis terhadap kasus Habib Rizieq Shihab.

istimewa
MUSNI Umar, Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Musni Umar, Ahli Sosiologi Umum dari UIC (Universitas Ibnu Chaldun) Jakarta, mengungkapkan pernyataan kritis terhadap kasus Habib Rizieq Shihab.

Ahli Sosioolgi Umum itu mengatakan bahwa selama ini telah terjadi kekacauan berpikir dalam dakwaan terhadap mantan pemimpin FPI (front Pembela Islam), Habib Rizieq Shihab.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Habib Rizieq Shihab disangka melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 atas tudingan membuat keonaran dan melanggar prokes.

Musni mengemukakan hal tersebut saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan kebohongan swab test RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 11 Mei 2021.

Awalnya Majelis Hakim bertanya kondisi di mana seseorang yang belum tahu dirinya sakit, namun lebih dulu menyatakan sehat lantaran hasil tes kesehatan belum terbit.

"Seseorang tadi yang belum dia tahu dia sakit, kemudian dia menyatakan sehat, dia dianggap berbohong. berbohong dinyatakan didakwa melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan menimbulkan keonaran. Bagaimana pendapat ahli?," tanya hakim.

Musni kembali menjelaskan bahwa kadar pernyataan bohong seseorang tidak bisa selalu diartikan sebagai sebuah kejahatan.

Sebab kebohongan tersebut perlu dilihat peristiwa yang menyertainya.

"Karena ada bohong yang sesungguhnya untuk menciptakan suasana damai. Jangan sampai semua bohong itu diartikan jahat," jelas dia.

Sehingga menurutnya jika terjadi kekacauan berpikir yang menyebabkan Rizieq Shihab ditetapkan tersangka dan ditahan, maka persoalan ketidakadilan itu akan ditegakkan dalam persidangan ini.

Halaman
1234
Editor: Frans Krowin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved