Berita Timor Leste
Bukan Minyak, Ternyata Barang Berharga Ini yang Bikin Portugis Betah Jajah Timor Leste, Apa?
Bukan Minyak, Ternyata Barang Berharga Ini yang Bikin Portugis Betah Jajah Timor Leste, Apa?
Pada tahun 1436, pengelana Cina Fei Hsin dalam kroniknya "Laporan Umum Pengembaraan Saya di Luar Negeri".
Menulis tentang Timor Leste bahwa terdapat 12 pelabuhan atau perusahaan dagang.
Masing-masing di bawah seorang kepala, di mana perdagangan kayu cendana berkembang pesat.
Hampir seabad kemudian, Portugis mengikuti bau kayu cendana di seberang lautan.
Pada akhirnya menyebabkan lebih dari empat ratus tahun penjajahan Portugis atas Timor Timur yang kaya kayu cendana.
Baca juga: Beda dengan Indonesia , Hut Kemerdekaan Timor Leste Pesta Koktail dan Kemeriahan Hingga Sore Hari
Bahwa kelimpahan kayu cendana di Timor Portugis merupakan legenda dan merupakan pendorong penting dalam menarik perdagangan dan kepentingan kolonial ke pulau itu menjadi bukti dalam catatan Antonio Pigafetta.
Pigafetta, yang tiba di Timor pada tahun 1522 dengan kapal Magellan Victoria , menulis.
"Semua kayu cendana dan lilin yang diperdagangkan oleh orang Jawa dan Malaka berasal dari tempat ini, di mana kami menemukan sampah dari Lozzon yang telah datang untuk berdagang. untuk kayu cendana," katanya.
Penjajah Portugis menebang persediaan kayu cendana tanpa henti.
Dengan kecepatan yang sedemikian rupa sehingga produksi turun dari 900.000 kg pada tahun 1910 menjadi 20.000 kg pada tahun 1926.
Hingga membutuhkan moratorium ekspor agar persediaan dapat beregenerasi.
Pada 7 Desember 1975, hanya sembilan hari setelah penarikan Portugal dari koloni, Indonesia, di bawah kepresidenan Jenderal Suharto, menginvasi Timor Timur.
Mengarah pada pendudukan yang akan berlangsung selama 25 tahun ke depan.
"Penjajahan kedua di Timor Leste ini menghancurkan," kata Freitas da Costa, orang Timor Leste yang menjadi saksi invasi Indonesia.
"Negara ini tak henti-hentinya dijarah sumber daya alamnya, khususnya kayu cendana dan kopi," katanya.