Minggu, 10 Mei 2026

Pemda Flotim Dukung Pembangunan Patung Jokowi Menangis

Pemerintah Daerah Flores Timur ( Pemda Flotim) Dukung Pembangunan Patung Jokowi Menangis

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon 

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Warga Lamaholot di Denpasar Bali berencana membangun monumen Presiden Jokowi menangis di lokasi bencana di desa Nelelamadike, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon mengatakan rencana itu didukung pemerintah daerah Flores Timur. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan diaspora Flotim di Bali.

Menurut dia, karena Presiden Jokowi turun di desa Nelelamadike, maka pembangunan patung Jokowi menangis harus berada di lokasi itu. Meski demikian, Pemda mesti menyiapkan master plan sebelum rencana pembangunan itu berjalan.

"Pemda setuju, sangat setuju. Lokasinya tepat di Nelelamadike. Mereka sudah sampaikan, tapi kita harus lakukan penataan kembali, master plannya kita harus buat," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Warga Binaan Lapas Lembata yang Terpapar Corona Mulai Pulih

Baca juga: KASN Aktifkan Kembali Jabatan Camat Kota Kefamenanu, TTU

Sementara itu, inisiator Posko Bali Peduli Adonara, Rahman Sabon Nama menjelaskan, keinginan mendirikan monumen bencana Adonara ini mengemuka saat rapat Lamaholot Bali menyikapi bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa Pulau Adonara pada 6 April 2021 lalu.

"Melihat dahsyatnya bencana, awalnya kami bermaksud membangun monumen bencana. Nah tak diisangka pada 9 April Presiden Jokowi mendatangi Pulau Adonara, melihat langsung kondisi kerusakan akibat bencana dan bertemu para korban. Itulah yang makin menggerakan kami ingin membangun monumen Jokowi menangis di lokasi bencana paling parah yakni di Desa Nele Lamadike," katanya.

Menurut dia, pembangunan monumen ini tidak bermaksud mengabadikan duka para keluarga korban tetapi semata-mata untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa bencana banjir dan tanah longsor itu bisa terjadi kapan saja pada musim hujan sehingga kita lebih waspada.

Baca juga: Bupati Hery Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Ranaka 2021 di Mapolres Manggarai

Baca juga: Dampak Badai Seroja Terhadap Pembelajaran Online Mahasiswa

Selain itu, banjir dan tanah longsor sangat tergantung dengan kondisi lingkungan sekitar pemukiman masyarakat, sehingga kita seharusnya lebih manusiawi memperlakukan alam sekitar kita. Monumen ini sekaligus mengenang seorang presiden, Bapak Jokowi yang rendah hati dan begitu peduli sehingga rela datang di Pulau Adonara.

"Monumen ini ada nilai edukasi bagi kita yang sekarang dan bagi anak cucu kita kelak agar mereka bisa belajar dari monumen ini bahwa di sini pernah terjadi bencana alam yang maha dahsyat. Konsepnya, nanti akan ada sayembara desain monumen, lalu dikerjakan secara gotong royong tetapi finishingnya terutama pembuatan patung atau dioramanya kita akan libatkan tukang ahli dari Bali," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Berita Flores Timur

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved