Klaster Kesehatan Dinkes Lembata Ada di Setiap Posko Pengungsian
Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata membentuk kluster kesehatan di Posko-posko pengungsi untuk mendukung penanganan para pengungsi
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata membentuk kluster kesehatan di Posko-posko pengungsi untuk mendukung penanganan para pengungsi banjir dan longsor di Kabupaten Lembata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Mathias Beyeng memaparkan klaster Kesehatan itu terdiri dari 5 sub kluster. Ada klaster kesehatan lingkungan (Kesling) dengan tugas memastikan lingkungan dapur dan MKC di pengungsian itu bersih dan berlaku baik. Sejak bencana kami terlibat aktif dengan menyemprotkan disinfektan di posko-posko.
Dijelaskan, selain sub kluster Kesling ada sub kluster penanganan kesehatan, sub kluster gizi, pengendalian penyakit, sub kluster kesehatan reproduksi, sub kluster promosi kesehatan dan sub kluster penyakit jiwa.
Baca juga: Pemda Flotim Dukung Pembangunan Patung Jokowi Menangis
Baca juga: Warga Binaan Lapas Lembata yang Terpapar Corona Mulai Pulih
"Jadi sejak dari kejadian banjir bandang dan tanah longsor di tanggal 4 April 2020 kami langsung membentuk kluster kesehatan di sini dengan melibatkan tenaga kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan dan di puskesmas-puskemas yang ada, termasuk prasarana seperti ambulance kami siapkan untuk penanganan bencana", ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 3 Mei 2021.
Kata Beyeng, hingga saat ini tersedia posko Kesehatan bagi para pengungsi termasuk di pengungsian mandiri di Parak Walang Ile Ape.
"Ambulance juga selalu tersedia untuk membantu pelayanan kesehatan para pengungsi selama 24 jam. Untuk data yang ada, kondisi hari ini sudah ada 1514 pengungsi yang mengunjungi Posko Kesehatan yang disediakan dinas kesehatan kabupaten Lembata," imbuhnya.
Pihaknya membuka posko kesehatan di posko pengungsian termasuk di Parakwalang, Wowong dan beberapa tempat yang terdampak bencana. Dari 1524 kunjungan itu jumlah kasus terbanyak adalah gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Baca juga: KASN Aktifkan Kembali Jabatan Camat Kota Kefamenanu, TTU
Baca juga: Bupati Hery Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Ranaka 2021 di Mapolres Manggarai
"Kami tiap hari juga mengatur relawan-relawan untuk melakukan pelayanan kesehatan di posko pengungsian. Ada posko di tempat pengungsian tapi ada pusling yang membawa dokter untuk pelayanan kesehatan di pokso pengungsi," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/klaster-kesehatan-dinkes-lembata-ada-di-setiap-posko-pengungsian.jpg)