Peringatan Hardiknas 2021, Kadis Dikbud NTT Minta Guru dan Tenaga Kependidikan Lebih Kreatif
upacara dalam apel yang diikuti oleh perwakilan sekolah serta keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Peringatan Hardiknas 2021, Kadis Dikbud NTT Minta Guru dan Tenaga Kependidikan Lebih Kreatif
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum indah bagi seluruh keluarga besar dunia pendidikan di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Peringatan Hardiknas 2021 di provinsi yang berbatasan dengan dua negara ini disisi dengan Apel Hardiknas yang berlangsung di Alun Alun IH Doko Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Apel bendera Hardiknas bertema Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar dengan sub Tema restorasi kebangkitan pendidikan dan kebudayaan Menuju NTT Cerdas, NTT Berbudaya, NTT Bangkit dan NTT Sejahtera itu dilaksanakan Senin, 3 Mei 2021 mulai pukul 08.00 Wita.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel yang diikuti oleh perwakilan sekolah serta keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
Baca juga: Kadis Dikbud NTT, Linus Lusi : Klaster Seminari BSB Kabupaten Sikka Jadi Catatan Dunia Pendidikan
Menariknya, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian tradisional daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Linus Lusi dalam kesempatan itu, menekankan restorasi kebangkitan pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan penguatan pada kapasitas Sumberdaya manusia baik para guru maupun para siswa.
Ia menyebut, Sumber Daya Manusia yang kreatif dan inovatif dari para guru dan tenaga kependidikan menjadi jalan yang membawa siswa pada merdeka belajar.
"Kita siapkan sumber daya manusia baik guru maupun siswa. Kalau sumber daya manusia bagus maka guru maupun siswa dapat memanipulasi sebuah bahan ajar menjadi hal yang menyenangkan," kata Linus kepada wartawan usai apel.
Baca juga: Kadis Dikbud NTT Launching Kick Off Swab Massal Program Surveilans Sekolah Bebas Covid-19
Linus menyebut, jika SDM guru dan tenaga kependidikan tidak kreatif maka mustahil dapat membawa siswa kepada situasi merdeka belajar meski fasilitas dan infrastruktur pendidikan sudah disiapkan.
"Kita dorong, SDM itu ada pada pendidik dari pintu masuk hingga pintu keluar sekolah," tegas dia.
Sebelumnya, dalam apel, Linus menyampaikan upaya perbaikan sistem pendidikan Nasional di Indonesia sebagaimana ditegaskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.
Empat hal tersebut terdiri dari, pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen.
Rangkaian upaya tersebut telah dirangkum dalam program Merdeka Belajar yang kini telah mencapai episode kesepuluh bersama berbagai terobosan di bidang pendidikan lainnya.
Meksi pandemi Covid-19 menghantam dunia pendidikan Indonesia, namun semua insan pendidikan diminta untuk tidak pesimistis menatap masa depan pendidikan.
Sekolah Tatap Muka
Pada kesempatan itu, Linus Lusi juga menegaskan keyakinannya untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka secara terbatas.
Menurut dia, sekolah tatap muka harus dilakukan dengan skema terbatas agar dapat dilihat perkembangan sehingga mampu dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Baca juga: Hari Ini 428 Siswa Paket C Ikut UJian Kesetaraan, Simak Penjelasan Kabid PNFI Dikbud NTT
"Mas Menteri mengingatkan kewaspadaan. Jadi sekolah tatap muka terbatas 5-6 orang harus kita lakukan, sambil melihat kemungkinan kemungkinan," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Laboratorium Bio Kesmas Provinsi NTT untuk melakukan swab surveilans bagi sekolah dan saat ini sebanyak 11 sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan program itu.
Karena itu, menurutnya, sekolah perlu melakukan percobaan sekolah tatap muka terbatas sebagai bagian prakondisi untuk persiapan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru, 2021-2022.
"Ini sebagai prakondisi untuk tahun ajaran baru bulan di Bulan Juli sehingga ada rekomendasi. Jika kita tidak lakukan maka kita tidak memiliki sebuah keberanian lagi," tegas mantan Kepala Badan Perbatasan itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/linus-lusi-saat-perayaan-hardiknas.jpg)