Rabu, 29 April 2026

Misa Lefa, Awali Musim Berburu Paus di Lamalera Kabupaten Lembata 

makna tersendiri bagi masyarakat Lamalera? Iya, tanggal itu merupakan awal musim mereka memulai musim perburuan ikan Paus

Editor: Rosalina Woso

Misa Lefa, Awali Musim Berburu Paus di Lamalera Kabupaten Lembata 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tanggal 1 Mei setiap tahun dirayakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai perayaan Hari Buruh Nasional.

Namun tahukah anda, 1 Mei memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Lamalera? Iya, tanggal itu merupakan awal musim mereka memulai musim perburuan ikan Paus, hewan mamalia terbesar yang hidup di laut.

Perburuan Paus di Lamalera kabupaten Lembata sudah menjadi tradisi yang diwariskan turun temurun, dan dimulai pada bulan Mei hingga Oktober setiap tahun.

Baca juga: Polres TTU Sudah Terima Informasi Kapal Lampara Ikan Paus 05 Milik Dinas Perikanan yang Terbakar

Pada tanggal 1 Mei, masyarakat Lamalera memulai musim berburu Paus, ditandai dengan perayaan ekaristi atau Misa Lefa di Kapela Santu Petrus yang berada tepat di pantai Lamalera.

Warga melihat bangkai ikan paus yang terdampar di Bita Beach, Kota Ende, Sabtu (19/8/2017).
Warga melihat bangkai ikan paus yang terdampar di Bita Beach, Kota Ende, Sabtu (19/8/2017). (pos kupang)

Rangkaian seremonial adat perburuan Paus sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 29 April. Seremonial dua hari sebelum pembukaan musim berburu Paus itu dinamakan Tobu Nama Fate.

Dalam acara itu, semua nelayan berkumpul di pantai Lamalera untuk melaksanakan semacam evaluasi bersama terhadap proses berburu Paus yang dilaksanakan pada musim lalu.

Ikan  Paus  terdampar di  Desa  Kolidetung, Kecamatan  Lela, Kabupaten  Sikka,  Pulau  Flores. (*)
Ikan Paus terdampar di Desa Kolidetung, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. (*) (istimewa)

Tobu Nama Fate juga merupakan seremonial adat untuk saling berdamai dan memaafkan satu dengan yang lain sebelum musim berburu Paus dimulai.

Acara ini dilaksanakan di pinggir pantai Lamalera dan melibatkan Lika Telo (tiga tungku) yaitu Suku Bataona, Blikololong dan Lewotukan.

Pasca seremonial adat Tobu Nama Fate, masyarakat Lamalera kemudian melaksanakan perayaan ekaristi di pinggir pantai, untuk mendoakan arwah nelayan yang meninggal di laut.

Perayaan ekaristi ini dilaksanakan sehari sebelum pembukaan musim berburu Paus, yaitu pada tanggal 30 April setiap tahun. 

Masyarakat di Lamalera kabupaten Lembata saat menggelar ritual misa Lefa.
Masyarakat di Lamalera kabupaten Lembata saat menggelar ritual misa Lefa. (ISTIMEWA)

Saat itu semua masyarakat berbondong-bondong turun ke pantai untuk mengikuti misa dan mendoakan serta menyalakan lilin di pinggir pantai Lamalera.

Kemudian pada puncak pembukaan musim berburu Paus yaitu tanggal 1 Mei, masyarakat Lamalera menggelar perayaan ekaristi atau misa lefa.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberkatan laut dan peledang (perahu yang digunakan untuk berburu paus, red) oleh Romo atau Pastor yang memimpin Misa Lefa.

Ikan paus yang terdampar di pantai Wairungu, Praimadita
Ikan paus yang terdampar di pantai Wairungu, Praimadita (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Pasca pemberkatan laut dan peledang, masyarakat Lamalera mengikuti sebuah ritual yang dinamakan Tena Fule menggunakan peledang Praso Sapang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved