Breaking News:

Kesal Dikenakan Over Bagasi, Penumpang di Bandara Frans Seda Maumere Sebut Ada Bom di Tasnya

Suasana di Bandara Frans Seda Maumere, Minggu (2/5/2021) siang sempat dibuat panik dan geger

POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK, M.H 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Suasana di Bandara Frans Seda Maumere, Minggu (2/5/2021) siang sempat dibuat panik dan geger. Pasalnya, ada seorang penumpang pesawat Wings Air tujuan Jakarta melontarkan kata candaan kalau di tasnya ada bom.

Sontak saja, petugas di bandara pun kaget dengan apa yang ia sampaikan.

Petugas pun dengan sigap melakukan tindakan usai kata candaan itu disampaikan ketika petugas.

Rupanya candaan itu berujung pada penumpang tersebut dibawa petugas dan diperiksa.

Hasilnya pemeriksaan, penumpang tersebut mengaku kesal karena barang bawaannya berupa koper dikenakan biaya over bagasi sehingga ia melontarkan kata candaan tersebut.

Kapolres Sikka, AKBP Sajimin kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin (3/5/2021) siang membenarkan adanya kejadian di Bandara Frans Seda Maumere.

"Benar ada penumpang Wings Air tujuan Maumere-Jakarta melontarkan kata candaan kalau di tasnya ada bom. Kasunya sudah ditangani pihak bandara bersama KP3 Bandara Frans Seda Maumere. Wanita yang mengeluarkan kata candaan itu telah diamankan lalu diminta membuat surat pernyataan bersama keluarganya, hari ini, Senin (3/5/2021) di Kantor Bandara Frans Seda Maumere dan ada pihak kepolisian dari KP3 Bandara yang hadir. Kejadinya, Minggu (2/5/2021) siang saat penumpang ini kesal barangnya dikenakan cash," kata Kapolres Sajimin.

Ia menjelaskan, kata candaan itu rupanya ditanggapi serius sehingga pihaknya mengimbau agar penumpang pesawat jangan bercanda kalau ditanya petugas bandara.

Data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin (3/5/2021) siang menjelaskan, pada Senin (3/5/2021) pagi bertempat di ruang Wakil Kepala Bandara Frans Seda Maumere telah berlangsung penyelesaian masalah melontarkan candaan membawa Bom oleh salah seorang penumpang pesawat Wings Air tujuan Jakarta yang terjadi, Minggu (2/5/2021) siang.

Kejadian candaan itu berawal adanya penumpang yang saat akan dilakukan pemeriksaan dokumen keberangkatan di area SCP II, penumpang tersebut tidak mau dilakukan pemeriksaan dan menerobos masuk area SCP II.

Setelah melewati WTMD ia dihadang oleh petugas untuk diarahkan kembali melalui proses pemeriksaan. Permintaan petugas diabaikan oleh yang bersangkutan.

Kemudian petugas bandara menanyakan apa isi koper yang di bawa. Penumpang tersebut menjawab bahwa ia membawa bom dan diulang sebanyak dua kali.

Mendengar itu, petugas lalu kembali bertanya tapi jawabanya sama. Petugas AVSEC lalu membawa penumpang itu ke pos dan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pimpinan.

Atas kasus itu, penumpang tersebut telah membuat surat pernyataan.Diduga motif penumpang mengeluarkan kata bom berdasarkan hasil interogasi pihak otoritas Bandara Frans Seda adalah ia mengaku kesal karena kopernya yang hanya berisi beberapa potong pakaian dikenai biaya over bagasi dan diharuskan membayar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved