Salam Pos Kupang
Manfaatkan GeNose di Bandara El Tari
KITA harus tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 dengan terus mematuhi protokol kesehatan (prokes)
POS-KUPANG.COM - KITA harus tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 dengan terus mematuhi protokol kesehatan (prokes), tetapi jangan sampai kita terus pesimistis. Kenapa?
Kita harus akui bahwa penularan Covid-19, termasuk di NTT, belum juga mereda. Berbagai kasus baru terus saja terjadi. Kasus kematian belum juga berakhir.
Namun, kita juga bersyukur di tengah merebaknya pandemi Covid-19 berbagai upaya untuk menanggulangi penyebarannya terus saja mengalami kemajuan. Persentase pasien yang sembuh terus meningkat karena dunia kesehatan makin memahami dan menemukan cara-cara terbaik untuk menanggulanginya.
Berbagai negara terus saja melaporkan temuan vaksin Covid-19 dengan tingkat efektivitas yang terbilang menggembirakan. Negara kita pun turut menikmati temuan-temuan itu dengan semakin banyaknya warga yang telah dilayani vaksinasi, baik menggunakan Sinovac maupun AstraZeneca.
Baca juga: Pengembangan Potensi Daerah Harus Atasi Kemiskinan di Pulau Timor - NTT
Baca juga: Inilah Kapal Selam Modern U-214 CalonPengganti KRI Nanggala-402,Punya Fitur AIPuntuk SeluruhOperasi
Di dalam negeri para ahli sedang melakukan uji coba Vaksin Nusantara yang akan menambah persediaan vaksin kita.
Dengan makin banyaknya vaksin yang diadakan, maka peluang seluruh warga mendapat pelayanan vaksin Covid-19 akan semakin cepat. Kalau setiap warga sudah mendapat vaksinasi, paling tidak kasus kematian akibat Covid-19 bisa diminimalisir.
Demikian juga upaya untuk mengidentifikasi warga yang terpapar atau positif Covid-19 kini makin luas dan makin mudah. Kita ingat, kita di NTT sempat lama menunggu hasil pemeriksaan karena specimen harus dibawa ke Surabaya.
Baca juga: BLU PIP Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam di Sumba Timur
Baca juga: Sudah Siapkan Pembelaan, Kuasa Hukum Reza Artamevia Kecewa Jaksa Kembali Batal Bacakan Tuntutan
Tetapi kemudian alat swab, baik swab antigen maupun swab PCR, juga didatangkan ke NTT, maka jarak dan jangka waktu penantian hasil pemeriksaan diperpendek.
Upaya itu semakin cepat lagi ketika Pemprov NTT memperjuangkan kehadiran laboratorium mobile PCR ke NTT, maka setiap warga yang membutuhkan pemeriksaan dengan cepat bisa dilayani. Kita harapkan fasilitas-fasilitas seperti ini segera tersedia di berbagai daerah dan fasilitas kesehatan di seluruh NTT.
Satu lagi kemajuan yang bisa kita nikmati untuk pemeriksaan Covid-19 yakni tersedianya alat deteksi Covid-19 bernama GeNose di Bandara El Tari Kupang dan Bandara Tambolaka Sumba Barat Daya. Fasilitas temuan anak bangsa ini secara nasional mulai digunakan di lingkungan bandara Angkasa Pura 1 pada 1 April 2021, sedangkan di Bandara El Tari Kupang mulai 28 April 2021.
Penggunaan GeNose di lingkungan bandara ini untuk mempercepat proses pemeriksaan warga yang hendak bepergian melalui udara. Para calon penumpang cukup membayar Rp 50 ribu untuk menggunakan GeNose, maka dalam hitungan menit hasilnya segera diketahui, apakah positif atau negatif Covid-19.
Kalau hasilnya negatif, maka tentu saja yang bersangkutan boleh melakukan perjalanan, sedangkan yang positif dibatalkan untuk selanjutnya mengikuti prosedur penanganan Covid-19.
Kita menyambut gembira penggunaan fasilitas ini. Kiranya masyarakat segera memanfaatkannya.Tetapi kita juga ingatkan para petugas untuk bekerja sungguh-sungguh dan jujur.
Penggunaan GeNose harus bisa memastikan bahwa setiap penumpang yang berangkat tidak terpapar Covid-19. Jangan sampai terjadi penggunaan GeNose bekas sebagaimana dugaan penggunaan alat rapid antigen bekas di bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, yang akhirnya digerebek polisi.
Ingat , kita tidak cukup dengan bangga menggunakan berbagai fasilitas penanganan Covid-19, tetapi yang lebih penting bagaimana berbagai fasilitas ini bisa mempercepat hilangnya Covid-19 dari tengah kita sehingga kita bisa kembali hidup normal.
Ingat pula bahwa saat ini secara mondial penularan Covid-19 memasuki gelombang ketiga. Kita tidak ingin gelombang ini juga masuk ke wilayah kita. Untuk membendungnya, penerapan protokol kesehatan tidak bisa ditawar, tetapi juga harus didukung oleh penggunaan fasilitas-fasilitas tadi secara baik dan benar. *