194 Lulusan PPG Undana Dilantik, Dr. Praptono: Guru Profesional Terus Belajar
Pihaknya menyebut, saat ini Mendikbud tengah menjalankan program merdeka belajar, sehingga tanggung jawab memenuhi ketentuan untuk menjadi guru profes
Menurutnya, jika berbicara tentang kompetensi maka membutuhkan kolaborasi.
“Di sektor pendidikan, tidak ada persembunyian pengetahuan, keterampilan dan skil. Para guru profesional yang dilantik adalah sebuah energi baru, yang kita dorong untuk menatap pendidikan dasar dan menengah. Sebab, kita masih tertinggal dalam tataran nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera, sebenarnya mengedepankan SDM sebagai misi dalam pergulatan dan implementasi program.
“Kadis P dan K NTT/kabupaten/kota memiliki komitmen yang sama, sehingga bapak/ibu guru yang dikukuhkan (harus) benar-benar memiliki talenta dan meningkatkan kompetensi pribadi,” ujarnya sembari menambahkan, sekolah penggerak dalam guru bersertifikasi ke depan juga akan dievaluasi.
Kadis P dan K juga mengatakan, pemerintah khsususnya dinas pendidikan membutuhkan kritik yang membangun.
“Untuk mengkritisi setiap kebijakan pendidikan, khususnya Dinas P dan K sangat membutuhkan kritik yang edukatif guna mewujudkan restorasi pendidikan di NTT,” imbuhnya.
Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam sambutannya mengungkapkan pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut sekaligus sebagai seremonial guna menyerahkan 194 guru profesional tersebut kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas P dan K Provinsi NTT/kabupaten/kota.
Baca juga: Wamen PUPR John Wempi Wetipo Tinjau Kerusakan Sarpras Akibat Badai Seroja di Undana
Meskipun beberapa lulusan guru profesional juga berasal dari Bali maupun NTB, rektor mengaku bangga, bisa menyerahkan para guru profesional kepada pemerintah melalui Kadis PK NTT, Linus Lusi Making, S. Pd., M. Pd.
“Dulu, kita Provinsi Sunda Kecil. Kemudian, pada tahun 1958 menjadi Provinsi NTT, NTB dan Bali. Jadi, tidak secara kebetulan guru bersatu di bawah manajemen PPG Undana,” ungkapnya.
Dikatakan Prof. Fred, lulusan PPG telah menempuh pendidikan secara baik, sehingga pada saat ini ke-194 guru layak mendapat gelar guru profesional.
Menurutnya, profesi guru profesional tidak main-main.
“Dengan gelar profesional tersebut, para guru harus berpikir, bertindak dan bersikap secara profesional,” ujar Rektor seraya berharap kiranya para guru masih mengemban dan memikul tanggung jawab sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Menurut Prof. Fred, maju dan tidaknya sebuah pendidikan kerap disebabkan, dosen tidak berani mengkritisi pemerintah atau dosen justru mengkritisi hal-hal benar yang dilakukan pemerintah.
“Lebih baik mengkritisi diri sendiri apakah sudah menjalankan tugas dengan baik atau tidak daripada mengkritisi semua hal baik yang dilakukan pemerintah,” tukas Prof. Fred.
Sementara perwakilan guru PPG I Gede Putu Ekadana, S. Pd, Gr dalam pesan dan kesannya mengisahkan perjuangan yang mereka lakukan selama empat bulan amat melelahkan dan penuh tantangan.
Baca juga: Undana Peduli, Bantu Mahasiswa/i Undana Terdampak Seroja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/undana-lantik-guru-ppg.jpg)