Veronica Tan Singgung Soal Berbuka Puasa di Bulan Ramadan, Daud Putra Ahok Ini Curi Perhatian
Veronica Tan Singgung Soal Buka Puasa, Putra Ahok Ini Curi Perhatian! Bagaimana Suami Puput Nastiti Devi?
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Ibunya, Nyonya Handana, kerap menegurnya lalu menitipkan putrinya pada seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta, Titi Poerwosoenoe, yang mengajarinya cara bersolek.
Martha sempat mengajar di Sekolah Dasar selama dua tahun.
Setelah meraih gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Jakarta, ia juga sempat mengajar di alma maternya selama tiga tahun.
Lalu mengikuti suaminya, Dr. Henry A. Rudolf Tilaar, yang bertugas ke Amerika Serikat.
Di sanalah ia belajar mengenai kecantikan. Ia mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Ia kemudian bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat.
Begitu lulus dari akademi kecantikan, Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu.
Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya.
Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya.
Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri.
Baca juga: Ahok Angkat Suara Soal Zakiah Aini Sebut Kafir, Mantan Suami Veronica Tan: Jangan Dibesar-besarkan!
Setelah kembali ke Jakarta pada tahun 1969, ia membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya, dengan ukuran 6 x 4 meter.
Dimulai dari modal 1 juta rupiah di saku, hasil menabung selama tinggal dan bekerja di Amerika Serikat, selain juga sumbangan dari Handana, sang ayah serta adik-adiknya, Ratna dan Bambang, maka, awal tahun 1970, tepatnya tanggal 3 Januari 1970, berdirilah Martha’s Salon.
Ia terus berupaya mengembangkan salonnya itu, dengan membagikan selebaran-selebaran ke lingkungan sekitar, memanjakan para pengunjung salon dan mengajak mereka bercakap-cakap, untuk mendekatkan emosional.
Dengan kedekatan itu, para pengunjung menjadi betah dan menjadi pelanggan tetap salonnya. Dua tahun kemudian, ia membuka salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar.
Tahun 1972, ia pun pergi ke Eropa untuk belajar ramu-ramuan. Ia mengunjungi pabrik Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hartleben di Jerman Barat.
Kembali ke Indonesia, empat tahun kemudian didirikannya Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan tradisional.
Menginjak tahun 1977, Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, dari Kalbe Farma.
Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetik dan jamu, bernama PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama.
Dilanjutkan kemudian dengan membuka pabrik kosmetik pertama di Jalan Pulo Ayang, Kawasan Indsutri Pulo Gadung, Jakarta Timur yang diresmikan oleh Nyonya Nelly Adam Malik, istri Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu Adam Malik pada 22 Desember 1981.
Baca juga: Istrinya Jadi Olok-olokan Netizen, Ahok Marah Besar, Eks Veronica Tan Bakal Lakukan Hal Ekstrem Ini
Baru berusia dua tahun perusahaan itu mendapat penghargaan tertinggi untuk penampilannya pada The First Asian Beauty Congress and Exhibition, Singapura.
Martha sendiri memperoleh gelar Doktor Kehormatan di bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat, 1984.
Pada tahun 1983, Martha mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar.
Tahun 1986, Martha Tilaar membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulo Kambing II/1, masih di area yang sama yakni di Kawasan Industri Pulo Gadung yang kali ini diresmikan oleh Nyonya Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.
Sepanjang tahun 1988-1995 PT Martina Berto berkesempatan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT Kreasi Boga.
Mengandalkan kekuatan riset dan 37 peneliti di Martha Tilaar's Innovation Center (MTIC), Martha sukses memproduksi merek kosmetika, perawatan tubuh, spa, dan jamu yang dikenal hingga mancanegara.
Sebut saja Sariayu, Caring, Belia, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Biokos, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden, dan Dewi Sri Spa. Sebagai korporasi, Martha Tilaar Group juga berhasil meraih ISO 9001, ISO 14000, dan Sertifikasi GMP di Asia pada 1996.
Kemudian, pada tahun 1999 Martha Tilaar beserta anggota keluarga berkesempatan membeli seluruh saham PT Kalbe Farma yang ada pada PT Martina Berto
Baca juga: Puput Nastiti Devi Dituduh Pelakor Hingga Ahok Ceraikan Veronica Tan, Mantan Polwan Buka Suara
Sejak saat itulah Martha Tilaar dan keluarga menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto. Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha Tilaar Group.
Pada bulan Juli 2002, Martha Tilaar diberikan penghargaan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compact Leaders Summit di New York karena menjalankan perusahaan yang memiliki program meliputi 10 prinsip etika Global Compact, seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, konservasi pengendapan, dan anti-korupsi sejalan dengan delapan Tujuan Pembangunan Milenium.
Kegiatan sosial
Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar.
Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri.
Namun yang terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahaan lain.
Bagi Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.
Kehidupan pribadi
Martha menikah dengan Dr. Henry Alex Rudolf Tilaar. Ia pernah divonis mandul oleh ahli obstetri dan ginekologi luar negeri, setelah 11 tahun lebih menikah dan belum dikaruniai anak.
Tapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia terus berupaya memiliki keturunan melalui cara tradisional.
Selama empat tahun lebih ia rajin mengkonsumsi, jamu-jamuan itu dengan kesabaran dan ketelatenan.
Baca juga: Puput Nastiti Devi Dituduh Pelakor Hingga Ahok Ceraikan Veronica Tan, Mantan Polwan Buka Suara
Pada saat usia 41 tahun, Martha berhenti menstruasi. Dokter menyatakan Martha telah memasuki masa menopause.
Ia sempat sangat sedih, karena apa yang dicita-citakannya tidak mungkin tercapai. Namun, berhentinya datang bulan tersebut ternyata dikarenakan ia mulai mengandung. Martha pun melahirkan anak pertamanya di usia 42 tahun.
Saat ini ia memiliki empat orang anak yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar.
Riwayat pendidikan dan karier
SD St. Theresia, Jakarta (1949)
SMP St. Theresia, Jakarta (1955)
SMA St. Ursula, Jakarta (1957)
IKIP, Jakarta (1963)
Kursus Kecantikan di Jakarta (1961-1962)
Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat (1967-1969)
Kursus-kursus kecantikan di Bangkok, Hong Kong, Tokyo, London, Paris, New York (1975-1984)
Karier
Guru SD di Jakarta (1958-1961)
Dosen IKIP Jakarta (1963-1965)
Karyawan Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat (1967-1970)
Direktur Puspita Martha (1974-1978)
Presiden Direktur PT Martina Berto
Direktur Martha Salon
Direktur Utama PT Sari Ayu Martha Kosmetika Indonesia (1978-sekarang)
Penghargaan
Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang "Fashion and Artistry" dari World University Tuscon, Arizona, Amerika Serikat tahun 1984
American Gold Star Award for Quality, Madrid, Spanyol tahun 1987
Asia Award for The Quality dari kantor Trade Leader’s Club, Madrid, Spanyol tahun 1987
Penghargaan Nasional dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk Puspita Martha Beauty sebagai sekolah model pada bulan Maret 1991
Penghargaan Upakarti atas partisipasi dalam pembangunan industri skala kecil dari Presiden Republik Indonesia pada bulan Desember 1991
Penghargaan Sahwali Award dari PIPLI (Pusat Informasi dan Pengelolaan Lingkungan) pada bulan Desember 1992
Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan, Penghargaan untuk pembangunan Indonesia pada bulan Mei 1993
Penghargaan Redmod-Indonesia Mode Development tahun 1994
Penghargaan The Leading Women Enterpreneurs of The World Award dari Star Group, Monako pada bulan April 1999
Penghargaan “Prijadarshini Award” dari IFWE (International Federation of Women Enterpreneurs), New Delhi pada bulan Februari 2000
Penghargaan dari Herbarium National Netherlands Institution, Universitas Leiden, dengan pemberian nama spesies anggrek yang baru ditemukan di Kalimantan dengan nama Ceologyne Marthae atau “Anggrek Martha Tilaar” pada bulan April 2000
Gelar "Kanjeng Raden Ayu (KRay)" dari Mangkunegara IX, Keraton Solo, Jawa Tengah, Indonesia pada bulan April 2000
Anugerah Teknologi Siddhakretya 2002 atas hasil karya terapan terunggul pada Martha Tilaar Group tahun 2002
Penerima Penganugrahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 2012
Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 2016. (*)