Sabtu, 16 Mei 2026

Munarman ditangkap polisi

Tanggapan Pedas Rocky Gerung Terkait Penangkapan Munarman, Singgung Penguasa dan Rizieq Shihab

Tanggapan Pedas Rocky Gerung Terkait Penangkapan Munarman, Singgung Penguasa dan Rizieq Shihab

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
( KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN )
Tanggapan Pedas Rocky Gerung Terkait Penangkapan Munarman, Singgung Penguasa dan Rizieq Shihab 

Tanggapan Pedas Rocky Gerung Terkait Penangkapan Munarman, Singgung Penguasa dan Rizieq Shihab

POS-KUPANG.COM - Alasan polisi menangkap Munarman karena dugaan terlibat tindakan terorisme ditanggap sinis oleh Rocky Gerung. 

Rocky Gerung menilai ada tujuan politik terkait penangkapan mantan Sekretari FPI itu.

Dalam tanggapannya, Rocky menilai penangkapan Munarman bak panggung besar sandiwara dengan episode berlanjut.

Ia pun menyinggung tentang penguasa dan Habib Rizieq Shihab.

Rocky Gerung mengungkapkan, penangkapan Munarman merupakan episode berlanjut dari Kasus Rizieq Shihab.

Menurutnya, ada hal besar hendak disampaikan penguasa dalam peristiwa penangkapan Munarman

Baca juga: Nasib Buruk Munarman, Ditangkap Densus 88, Kini Ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya

Baca juga: Tanggapi Penangkapan Munarman, Rocky Gerung Sebut Ada Hal Besar Hendak Disampaikan Penguasa, Apa?

Ia menilai penangkapan Munarman merupakan bentuk komunikasi politik penguasa.

Tanggapan Rocky Gerung itu disampaikan lewat unggahan video di kanal YouTube-nya, Rocky Gerung Official.

Dalam unggahan yang tayang pada hari ini, Rabu 28 april 2021, Rocky menanggapi beberapa hal terkait penangkapan Munarman karena dugaan aksi terorisme.

Rocky Gerung menjelaskan penangkapan ini adalah satu panggung besar yang kebetulan Munarman dihadirkan dalam edisi hari ini.

Sebelumnya Rocky menyebutkan panggung sudah diawali dengan kedatangan Habib Riziq, kemudian dilanjutkan panggung insiden penembakan di Tol Cipali KM 50.

Kali ini, Munarman adalah panggung selanjutnya dengan tuduhan pembaiatan aktor terorisme.

Rocky Gerung menyebut panggung yang dibuat penguasa ini memiliki tujuan komunikasi politik.

"Ya ini hal yang biasa dalam komunikasi politik, berita dipergunakan untuk menutupi berita kira-kira itu masalahnya," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved