Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Ajak Warganya Lupakan Perbedaan

Saat disambut bupati dan wakil bupati Sumba Barat ajak warganya melupakan perbedaan

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Foto bersama Bupati dan wakil bupati Sumba Kabupaten Sumba Barat periode 2021-2026, Yohanes Dade, S.H-John Lado Bora Kabba pada acara penyambutan bupati dan wabup Sumba Barat di rujab Bupati Sumba Barat, Rabu(28/4/2021) 

Saat disambut bupati dan wakil bupati Sumba Barat ajak warganya melupakan perbedaan

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK---Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat periode 2021-2026, Yohanis Dade, S.H-John Lado Bora Kabba meminta aparatur sipil negara ( ASN) dan seluruh masyarakat Sumba Barat melupakan perbedaan yang terjadi pada masa proses pilkada lalu dan mengajak bersama membangun Sumba Barat lebih baik ke depan.

Proses pilkada sudah selesai. Saya harap, kita semua, bersatu kembali. Mari kita sayangi Sumba Barat tercinta ini. Kita harus tinggalkan semua perbedaan itu dan kembali bersatu untuk membangun Sumba Barat lebih maju ke depan.

"Saya maklumi terjadi perbedaan pilihan karena ada empat paket maju pada pilkada kali ini. Saya sangat memahami itu. Tetapi, mulai hari ini, saya minta dengan hormat tinggalkan semua perbedaan dan mari bergandengan tangan membangun Sumba Barat lebih baik ke depan," Kata Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H dalam sambutannya pada acara penyambutan kedatangan bupati dan wakil bupati Sumba Barat yang baru di rumah jabatan bupati Sumba Barat, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Jelang MotoGP Spanyol 2021, Valentino Rossi Optimistis Mengulang Kenangan Indah di Jerez 

Baca juga: Ini Kata Bupati Flotim Terkait Insentif Covid-19 bagi Nakes di RSUD Larantuka

Menurutnya, bupati dan wakil bupati tentu tidak mungkin dapat bekerja sendiri. Untuk itu, ia meminta semua ASN bersatu dan taat asas loyal terhadap bupati dan wakil bupati terpilih sehingga harapan pada visi dan misi bupati dan wakil bupati dapat terwujud.

Untuk itu kedua berjanji bekerja sebaik-baiknya untuk kemajuan Sumba Barat. Jangan berpikir pasti ada singkir menyingkit atau sikut mensikut atau buang ke kiri dan buang ke kanan. Tidak perlu berpikir aneh seperti itu. Sebab sepanjang semua bekerja taat azas maka tak perlu takut dengan hal seperti itu. Sebab pasti tidak mungkin terjadi.

Keduanya berjanji pula mempelajari para pemimpin sebelumnya dimana yang baik akan dilanjutkan dan kurang baik akan ditinggalkannya.

Baca juga: Ahli Epidemologi, Yendris Krisno Ungkap Alat GeNose Sebagai Pelengkap

Baca juga: Nekat Bobol Rumah Asrama Polisi di Labuan Bajo, Pria Asal Sumba Barat Diancam 7 Tahun Penjara

Dalam kesempatan itu, ia meminta rakyat Sumba Barat hentikan akun palsu yang hanya mau merusak daerah ini. Kita butuh kerjasama untuk membawa Sumba Barat jauh lebih maju setara daerah lainnya di NTT.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, program prioritas 100 hari ke depan adalah pertama menjadikan kota Waikabubak, Sumba Barat sebagai kota bersih, indah dan rapih. Apappun alasannya, kota Waikabubak harus bersih. Selain itu, kota Waikabubak harus terang benderang terutama pada malam hari. Hal itu berarti seluruh lampu jalan harus menyala, penataan aset perlu terlaksana karena banyak aset daerah berada ditangan orang yang tidak berhak. Dengan demikian, Sumba Barat dapat meraih penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WT) yang selama ini sulit terwujud.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan, yang paling utama mendapat perhatian demi mencapai cita-cita tersebut adalah sikap disilpin kerja, disipin masuk dan keluar kantor serta kejujuran. Jangan main-main dengan waktu.

Keduanya juga berjanji akan melakukan evaluasi struktur birokrasi Sumba Barat yang dinilai gemuk. Sebab Sumba Barat masuk tipe C tetapi struktur organisasi mengarah ke tipe A. Karena itu, bupati dan wakil bupati Sumba Barat berjanji akan melakukan perampingan struktur organisasi birokrasi pemerintahan Sumba Barat sesuai ketentuan yang berlaku.

Para pejabat pimpinan perangkat daerah harus bekerja profesinal dan berintegritas. Sebagai bupati dan wakil bupati berjanji tidak akan melakukan perjalanan berjemaah. Misalnya, kalau bupati melaksanakan tugas keluar daerah maka wakil bupati dan sekda tetap berkantor. Sebaliknya, kalau wakil bupati melaksanakan tugas keluar daerah maka saya, selalku bupati tetap tinggal melaksanakan tugas di daerah ini. Tidak boleh ada lagi perjalanan dinas berjemaah agar anggaran untuk kepentingan pembangunan daerah ini.

Selain itu, ke depan juga menjadi perhatian bupati dan wakil bupati adalah seorang pejabat menduduki sebuah jabatan sesuai kompetensinya. Jangan karena anak pejabat maka harus mendapat tempat yang bagus. Dimasa kepemimpinannya, bupati dan wakil bupati berjanji hal itu tidak boleh terjadi. Semua harus berdasarkan kompetensinya. Dengan demikian, daerah ini bisa maju setara daerah lainnya di NTT.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Berita Sumba Barat

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved