Ini Harapan Para Tokoh di Belu Untuk Bupati dan Wakil Bupati Belu
total kepada masyarakat Kabupaten Belu dengan membuat kebijakan-kebijakan dan program-program yang berpihak kepada rakyat.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Ini Harapan Para Tokoh di Belu Untuk Bupati dan Wakil Bupati Belu
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Mantan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez memberikan dua harapan bagi Bupati dan Wakil Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM yang akan dilantik besok, Senin 26 April 2021.
Harapan pertama agar Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam masa kepemimpinan mereka memberikan pelayanan yang total kepada masyarakat Kabupaten Belu dengan membuat kebijakan-kebijakan dan program-program yang berpihak kepada rakyat.
Kedua, agar Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam masa kepemimpinnnya bisa merangkul kembali perbedaan-perbedaan yang terjadi selama pilkada dalam masyarakat. Terutama perbedaan politik dalam masyarakat harus diakhiri.
"Harapan kita semua mereka berdua mampu untuk merangkul kembali semua perbedaan itu agar masyarakat Belu kembali bersatu. Sebab susana atau kondusifitas kehidupan masyarakat merupakan syarat mutlak dalam penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan ke depan", ungkap Joachim Lopes saat dihubungi Pos Kupang.Com, Minggu 25 April 2021.
Bupati Belu dua periode (2004-2014) ini mendukung komitmen dari Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM untuk membenahi etos kerja kerja ASN. Pasalnya, etos kerja merupakan langkah strategis untuk memimpin Kabupaten Belu ke depan.
"Etos kerja merupakan langkah strategis untuk memimpin Kabupaten Belu ke depan. Etos kerja itu penting sekali dibenahi, diperbaiki dan ditingkatkan, baik di tingkat satuan kerja perangkat daerah maupun di kalangan masyarakat", pinta Lopez.
Menurut Lopes, program-program yang harus diperhatikan seorang pemimpin adalah program yang menyentuh langsung kebutahan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan pembedayaan masyarakat. Dan program kesehatan gratis yang akan dilakukan di era kepemimpinan dr. Agus Tolin dan Aloysius Haleserens sudah sangat tepat.
Khusus program pemberdayaan masyarakat, Joachim Lopez mengharapkan harus bertumpuh pada potensi rill masyarakat seperti pertanian, peternakan dan perikanan.
"Pemberdayaan masyarakat harus bertumpuh pada potensi rill Kabupaten Belu, yaitu, pertanian, peternakan dan perikanan", kata Lopez.
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr juga berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu yang baru agar memperhatikan program pemberdayaan masyarakat.
Menurut Uskup Domi, pembangunan di sektor rill seperti pertanian dan peternakan merupakan program pemberdayaan yang berdampak langsung pada ketahanan keluarga.
Uskup Domi mengatakan hal itu saat tampil sebagai pembicara dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belu tahun anggaran 2022 di GOR L.A Bone, Selasa 20 April 2021.
Menurut Uskup Domi, salah satu persoalan di Kabupaten Belu saat ini adalah stunting. Stunting muncul karena permasalahan ketahanan pangan keluarga belum bagus sehingga asupan gizi keluarga pun kurang diperhatikan. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan dan program pemerintah justru kurang focus untuk mengatasi stunting.
Semestinya, lanjut Uskup Domi, pemerintah segara menggambil langkah dan metode penanganannya yang tepat untuk menurunkan stunting di Kabupaten Belu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peringati-hari-orang-sakit-sedunia-ke-27-uskup-atambua-pimpin-rekoleksi-tenaga-kesehatan-di-ttu.jpg)