SN-KT Jadikan Malaka Sebagai Kota Berbudaya
Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.SoS atau akrab disebut Paket SN-KT telah merencanakan beberapa program
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN---Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.SoS atau akrab disebut Paket SN-KT telah merencanakan beberapa program selama kepemimpinan lima tahun kedepan.
Untuk langkah pertama 100 hari pasca pelantikan tanggal 26 April 2021, keduanya akan melakukan gebrakan mengaudit pengelolaan dana-dana mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Selain itu, untuk tahun pertama dicanangkan Malaka sebagai kabupaten berbudaya serta melakukan penataan Kota Betun termasuk penataan taman kota.
Bupati Simon Nahak menyampaikan hal ini kepada wartawan di Betun, Kamis (22/4) malam sehari sebelum berangkat menuju Kupang untuk persiapan mengikuti pelantikan.
Baca juga: Aldebaran dan Elsa Sinetron Ikatan Cinta Berpose Cool, Netizen Sebut Tukang Bohong, Ada Apa?
Baca juga: Usai Pelantikan, Bupati dan Wabup Malaka Ziarah ke Makam Almarhum Ludofikus Taolin
Dikatakan Simon, untuk 100 hari kerja pihaknya sudah mengagendakan untuk melakukan beberapa langkah mengaudit pengelolaan dana terutama di desa. Pasca pelantikan, setelah kembali ke Malaka direncanakan tanggal 30 April melakukan kegiatan dengan mendatangi satu titik untuk klarifikasi penggunaan dana.
"Kami selesai pelantikan langsung lakukan kegiatan untuk 100 hari kerja. Saya sudah ada data untuk klarifikasi penggunaan dana. Saya prinsip cuma satu, kembalikan dana atau proses hukum," tegas Simon.
Program lain, lanjutnya, melakukan penataan taman kota juga perbaikan lampu jalan dan ruas jalan dalam Kota Betun. Jadi untuk tahun pertama fokus penataan ibu kota Kabupaten Malaka.
Baca juga: Bentrok Pemuda dan Warga di Matani Kupang Tengah, Ini Penyebabnya
Baca juga: Kondisi Jalan di Lembata Rusak Parah, Mobil Terbalik dan Puluhan Orang Luka-luka
"Tahun kedua kita bangun perkantoran. Tahun ketiga kita fokus pemberdayaan ekonomi termasuk penerapan Kartu Malaka Sehat, Kartu Malaka Pintar. Tiga tahun bisa mencapai 75 persen pembenahan.
Kami juga terapkan program Eco tourism dan menjadikan Malaka sebagai Kabupaten Berbudaya. Budaya lokal harus kami benah sama seperti di Bali," kata Simon.
Menurutnya, semua konsep pembangunan sudah dikemas dalam Program SAKTI. Konsep ini sesuai dengan realitas lapangan tidak mengawang-awang.
"Kita lahirkan Program SAKTI untuk lihat warga punya kebutuhan mendasar. Ini sudah kami sampaikan saat kampanye dan waktunya untuk kami realisasikan. Ini dalam upaya peningkatan PAD. Penataan pengairan untuk persawahan. Bagi kami warga Malaka perlu kecukupan makan dan minum," tegasnya.
Terkait Malaka sebagai Kota Budaya, Simon mengatakan, setiap ulang tahun Kabupaten Malaka akan digelar festival budaya. Semua suku, ras, golongan manapun siap tampilkan budayanya. Ini menjadi rutinitas kegiatan untuk mengangkat dan mempertahankan budaya lokal. Selain itu, dibangun balai adat di kecamatan-kecamatan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paslon-sn-kt-tidak-mau-sesumbar-mengenai-angka-nomor-urut-1.jpg)