Sekda Lembata Akui Andris Koban Ahli Tanggulangi Bencana Tapi Sudah Dimutasi

Sekretaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengakui keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM)

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Rapat koordinasi bersama para relawan di Posko Utama Kantor Bupati Lembata, Sabtu (24/4/2021). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Sekretaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengakui keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia ( SDM) yang bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lembata sehingga masih ditemukan kekurangan dalam menangani bencana alam.

Menurut Tapobali, belum ada pegawai yang punya sekolah khusus soal penanganan bencana. Akan tetapi, lanjut Tapobali, Aparat Sipil Negara (ASN) yang paling paham soal penanggulangan bencana di Lembata ialah Andris Koban.

Sayangnya dia sudah dimutasi dari BPBD menjadi Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Pengembangan Mutu di RSUD Lewoleba. Andris merupakan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata.

Kata Tapobali, meski dimutasi di RSUD Lewoleba, Andris masih tetap melakukan koordinasi penanggulangan bencana bersama Forum PRB Kabupaten Lembata.

Baca juga: Pizza Hut PHD Hari Ini Hingga Besok 26 April My Box Hitss Rp 109 Ribu Gratis 3 Minuman, Gratis Antar

Baca juga: Puluhan Penghuni di Biara OSM dan Biara Fransiskan Manggarai Terpapar Covid-19

"Kami sumber dayanya, entah kualitas dan kuantitas terbatas, tidak punya sekolah khusus, tapi kita terima semua masukan untuk saling memperkaya, saling mengisi," kata Tapobali dalam rapat koordinasi bersama para relawan di Posko Utama Kantor Bupati Lembata, Sabtu (24/4/2021).

Anton Leumara, relawan Forum PRB Lembata, berujar Andris sudah jadi ketua Forum PRB selama dua periode dan punya dedikasi tinggi melakukan upaya mitigasi dan menanggulangi bencana di Lembata.

"Dia sangat paham, nyawanya BPBD ada di dia, segala urusan tentang bencana dia paham," ujar Anton saat ditemui di Posko Relawan Forum PRB, Wangatoa, Sabtu (24/4/2021).

"Dia bekerja dengan hati, hadir penuh cinta dan ketulusan, itu yang paling penting," tambahnya.

Senada dengan Anton, relawan Forum PRB lainnya, Achan Raring juga mengutarakan hal yang sama.

Baca juga: Jadilah Pemimpin Bijaksana, Fokus Pencegahan Virus Corona dan Junjung Kebersamaan

Baca juga: Nenek Ima Dan Sepetak Musholah Jabbal Nur

Achan menggambarkan Andris Koban sebagai orang yang sangat tekun dalam belajar, seorang pemikir yang ciamik dan sangat detail dalam urusan mitigasi dan penanggulangan bencana.

"Dia punya kemampuan analisis dan kemampuan atur strategi yang luar biasa," tandasnya.

Menurut Achan, kualitas Andris sebagai orang yang paham soal penanggulangan bencana alam tak lepas dari pendidikan dan tempaan yang dia dapat dulu sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Daerah Istimewa Yogyakarta saat masih kuliah di sana.

Lepas dari itu semua, lanjutnya, Andris Koban adalah orang yang selalu ingin bekerja dalam kesunyian.

Jam terbangnya di dunia penanggulangan bencana mendaku Andris Koban sebagai ahli penanggulangan bencana.

Dia sering diundang menjadi narasumber dan fasilitator penanggulangan bencana tingkat nasional setiap kali peringatan hari Pengurangan Risiko Bencana.

"Dia pandai soal pencegahan mitigasi bencana. Lembata terima dua jali penghargaan soal kebencanaan dua tahun berturut-turut, itu kerja PRB di bawah kendali Andris Koban yang kerja dalam kesunyian," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Berita Kabupaten Lembata

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved