Mandi dan Terapi di Pantai Mbolata, H Safrudin Waga Watu Nggene Tewas Tenggelam

Safrudin tewas tenggelam saat mandi dan terapi di Pantai Mbolata, Minggu (25/4/2021)

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Mandi dan Terapi di Pantai Mbolata, H Safrudin Waga Watu Nggene Tewas Tenggelam
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Korban H Safrudin saat ditangani medis di Puskesmas Waelengga

POS-KUPANG.COM | BORONG----Naas dialami oleh H Safrudin (72) warga Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Safrudin tewas tenggelam saat mandi dan terapi di Pantai Mbolata, Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 07.30 Wita.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho Arie Siswanto, melalui Kapolsek Kota Komba, Iptu I Ketut Kantun, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu sore, menjelaskan, kronologi kecelakaan tenggelam di pantai Mbolata berawal dari korban H Safrudin mengajak salah satu cucunya untuk mandi dan terapi di pantai Mbolata karena memiliki riwayat sakit jantung. Setelah tiba di pantai Mbolata korban mandi bersama cucunya dengan cara menyelam dan berenang seperti biasanya orang mandi pada umumnya.

Namun setelah beberapa menit kemudian, jelas Ketut, korban tidak kunjung muncul. Karena itu salah satu cucunya lari keluar meminta bantuan pertolongan kepada warga sekitar lokasi.

Baca juga: DPKH Kabupaten Mabar Komitmen Labuan Bajo 2023 Bebas Rabies

Baca juga: Update Covid-19 Mabar; 160 Pasien Jalani Isolasi

Kemudian warga membantu melakukan pencarian terhadap korban. Beberapa saat kemudian tubuh korban ditemukan sudah mengapung di atas permukaan air laut. Korban kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Waelengga untuk mendapat pertolongan medis.

Setelah tiba di Puskemas, korban kemudian diperiksa oleh tenaga medis dan berusaha untuk melakukan pertolongan, namun nyawa korban tak bisa tertolong dan dinyatakan korban sudah meninggal dunia oleh pihak Medis.

Baca juga: Satlantas Polres Mabar Gencarkan Sosialisasi Kamseltibcarlantas dan Prokes

Baca juga: 4 Hari Pelayanan Massal di GOR Labuan Bajo, 4.367 Orang Divaksin

Ketut mengatakan, keluarga korban H Safrudin menerima kejadian ini dengan lapang dada dan keluarga menolak untuk di Visum dan di otopsi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved