Kapolres Lembata : Relawan Bisa Salurkan Logistik Langsung Untuk Korban Bencana

ogistik dari relawan di suatu tempat dan ada korban yang belum tersentuh bantuan akibat tidak terkoordinasi dengan baik.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Tangkapan layar dari video adu mulut antara petugas di posko lapangan Pemda Lembata dan rombongan JPIC SVD di desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Jumat 23 April 2021 

Kapolres Lembata : Relawan Bisa Salurkan Logistik Langsung Untuk Korban Bencana

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen mengatakan para relawan tetap bisa menyalurkan logistik langsung ke tangan para korban bencana yang berada di lokasi pengungsian mandiri Parekwalang, Kecamatan Ile Ape. 

Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama relawan di Posko Utama Kantor Bupati Lembata, Sabtu 24 April 2021. 

Menurutnya, pemerintah saat ini membuka posko lapangan di desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape sebagai solusi untuk mencegah penumpukan logistik dari relawan di suatu tempat dan ada korban yang belum tersentuh bantuan akibat tidak terkoordinasi dengan baik.

Selain itu, posko lapangan juga dibuka sebagai bagian dari mencegah penularan pandemi Covid-19 di posko pengungsian mandiri.

"Pada prinsipnya (posko lapangan) bukan untuk menghalangi, cuma situasi corona, kita buka, silakan bapak ibu yang ingin salurkan langsung ke korban," kata Kapolres Yoce yang juga adalah Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Lembata.

Dia berujar, para relawan tetap bisa membawa bantuan logistik langsung kepada para korban yang berada di kebun-kebun Parekwalang. Namun, dia minta kepada para relawan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan ketentuan lainnya. 

Petugas posko lapangan, katanya, tetap melakukan pendataan para relawan yang menyalurkan logistik di posko pengungsian mandiri Parekwalang untuk mencegah terjadinya penumpukan logistik. Para relawan bisa langsung menyerahkan logistik kepada korban di posko pengungsian mereka. 

"Mohon kiranya patuhi protokol kesehatan dijaga, pakai masker dan lain sebagainya. Saya akan instruksikan anggota, intinya tetap pendataan supaya jangan ada penumpukan," ujar Kapolres Yoce.

Kebijakan penyaluran logistik 'satu pintu' melalui Posko Utama Pemda Lembata menuai kritik dari banyak pihak termasuk para relawan. 

Situasi warga masyarakat di Naibonat saat mendapat perhatian dari Yapenkar Kupang dan Provinsial SVD Timor, Sabtu 17 April 2021.
Situasi warga masyarakat di Naibonat saat mendapat perhatian dari Yapenkar Kupang dan Provinsial SVD Timor, Sabtu 17 April 2021. (POS-KUPANG.COM/RAY REBON)

Relawan Barakat, Kanisius Soge, berujar kalau mau mencegah penularan pandemi corona dari warga yang datang dari luar Lembata, maka seharusnya posko itu berada di Pelabuhan Lewoleba, sebagai pintu masuk ke Lembata dan bukan membuka posko lapangan di Parekwalang.

"Kalau aturan ini sudah cacat prosedural, maka pasti cacat substansial," kritik Kanis Soge.

Romo Kristo Soge, relawan Keuskupan Larantuka, juga melayangkan kritik terhadap kebijakan Pemda Lembata tersebut.

Menurutnya, donasi yang mereka kumpulkan itu berasal dari kebaikan hati orang-orang kecil juga dan mereka ingin hasil donasi mereka sampai langsung di tangan korban, bukan dititipkan lagi di Posko Utama Pemda Lembata.

Sebagai penyalur donasi, mereka punya tanggungjawab moral untuk menunjukkan donasi orang-orang kecil itu sampai di tangan para korban, tanpa melalui titipan lagi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved