Breaking News:

Miris, Dua Tahun Beruntun, Pansus LKPJ DPRD TTS Temukan Instalasi Air Bersih Fat Mubazir, Simak

Miris, Dua Tahun Beruntun, Pansus LKPJ DPRD TTS Temukan Instalasi Air Bersih Fat Mubazir, Simak

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
PK/Dion Kota
Nampak Pansus LKPJ sedang meninjau bak penampungan utama instalasi air bersih fat 

Miris, Dua Tahun Beruntun, Pansus LKPJ DPRD TTS Temukan Instalasi Air Bersih Fat Mubazir, Simak

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Pansus LKPJ Bupati TTS kembali menemukan temuan yang sama di desa Fat, Kecamatan Nunkolo, selama dua tahun beruntun. Jaringan instalasi air bersih fat yang dikerjakan tahun 2019 dengan menelan anggaran mencapai 1,5 Miliar ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi alias Mubazir.

Sebelumnya, pada 5 Juni tahun 2020, lalu Pansus LKPJ menemukan program instalasi air bersih yang dikerjakan tahun 2019 tidak berfungsi. Hal ini membuat masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Temuan yang sama kembali ditemukan Pansus LKPJ pada 22 April 2021. 

Hal ini membuat Pansus LKPJ yang diketuai Marthen Tualaka geram. Oleh sebab itu, dirinya mendorong pihak penegak hukum untuk menyelidiki hal tersebut. Dirinya bertanya-tanya bagaimana bisa pekerjaan yang baru dikerjakan tahun 2019 sudah rusak dan menjadi temuan Pansus LKPJ dua tahun beruntun.

" Kalau tahun kembali kita rekomendasikan untuk segera diperbaiki Pemda TTS maka tahun ini karena ditemukan kembali rusak maka kita dorong dan rekomendasikan ke penegak hukum," tegas Marthen didampingi wakil Ketua Pansus LKPJ, Uksam Selan.

Yohanis Misa, petugas penjaga bak penampungan utama air fat mengatakan, sudah dua bulan terakhir masyarakat desa fat kesulitan memenuhi air bersih lantaran tidak berfungsinya jaringan instalasi air bersih fat. Hal ini terjadi karena kabel pada mesin pompa air putus dan hingga saat ini belum diperbaiki petugas.

Dirinya mengaku, masalah tersebut sudah dilaporkan kepada kepala desa sehingga bisa disampaikan ke kabupaten. 
Tidak berfungsinya jaringan air bersih fat memaksa masyarakat untuk menempuh perjalanan sekitar satu kilo untuk mendapat air bersih dari sumur terdekat. 

" Kami susah kalau jaringan ini tidak berfungsi. Sekarang masyarakat harus jalan kaki sekitar satu kilo baru bisa dapat air. Kalau yang punya uang bisa beli di pick up," ujarnya.

Beny Misa, PPK Air Bersih, Dinas PRKP Kabupaten TTS mengatakan, jaringan instalasi air bersih fat sudah dilakukan serah terima dari Dinas PRKP Kepada PDAM Soe untuk dikelola. 

" Untuk jaringan air bersih fat kewenangan dan pengelolaannya ada di PDAM Soe. Tahun kemarin kita sudah serah terima kepada manajemen PDAM Soe," terangnya.

Baca juga: Ketua DPRD NTT Lepas Bantuan Tanggap Darurat Dana Kemanusiaan Kompas Bagi Korban Bencana NTT

Untuk diketahui, rombongan Pansus LKPJ yang dipimpin wakil ketua DPRD TTS, Yusuf Soru, ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka, wakil ketua Pansus, Uksam Selan, Anggota Pansus, Piter Kefi, Mel Bana, Gaudentius Dominggus Ninu,

Yudit Selan, Ruba Banunaek, Mariana Lakapu, Yupic Boimau dan Jason Benu meninjau jaringan instalasi air bersih boti, Kamis (22/4/2021) sore. Usai meninjau jaringan instalasi air bersih, rombongan Pansus melanjutkan perjalanan ke Kualeu untuk meninjau radio Amanatun.

Baca juga: Daftar Tim Dibantai dan Catatan Perjalanan Persija Jakarta dan Persib Bandung Menuju Final Menpora

Usai melihat pembangunan radio Amanatun, Rombongan Pansus melanjutkan perjalanan ke Desa. Fat, Kecamatan Nunkolo untuk melihat instalasi air bersih desa fat. (din)

Nampak Pansus LKPJ sedang meninjau bak penampungan utama instalasi air bersih fat
Nampak Pansus LKPJ sedang meninjau bak penampungan utama instalasi air bersih fat (PK/Dion Kota)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved