Jumat, 24 April 2026

Relokasi Warga Korban Bencana di Pulau Adonara Terkendala Lahan dan Budaya

Sesuai instruksi Presiden, warga yang menjadi korban bencana di tiga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT akan direlokasi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kondisi desa Waiburak setelah diterjang banjir bandang 

POS-KUPANG.COM | ADONARA- Sesuai instruksi Presiden, warga yang menjadi korban bencana di tiga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT akan direlokasi.

Warga di tiga desa yang rencananya direlokasi, yakni Desa Neleladike kecamatan Ile Boleng, Desa Waiburak kecamatan Adonara Timur dan Desa Oyang Barang kecamatan Wotan Ulu Mado.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Flores Timur, Eduardus Fernandez mengatakan guna merelokasi warga terdampak bencana, kementerian PUPR akan membangun 300 unit rumah di tiga desa itu. Meski demikian, ia mengaku kendalanya ada di lahan.

"Kendalanya di hibah lahan. Kita butuh 6 hektar untuk 300 unit rumah, tapi baru siap 2 hektar. Kalau 2 hektar sudah ready dan siap dibangun. Artinya, kita masih butuh 4 hektar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Kepala Bakesbangpol NTT Ungkap Nilai Merah Indikator Indeks Demokrasi NTT Dua Tahun Terakhir

Baca juga: Pizza Hut PHD Hari ini Hingga Jumat 23 April 2021, Double Box Rp49 Ribu, Gratis Beef Spaghetti

Ia mengaku semua dokumen soal rencana pembangunan rumah sudah dikirim ke kementerian PUPR melalui balai.

"Kita menunggu, semoga dalam minggu ini sudah bisa dijawab," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Flores Timur, Philipus Sanga Golen mengatakan delik persoalan rencana relokasi di Kabupaten Lembata berbeda dengan Flores Timur. Keputusan merelokasi warga, menurut dia, bukan satu satunya metode. Budaya Adonara untuk meninggalkan kampung lalu menghuni kampung baru juga menjadi persoalan.

"Mencari lahan baru yang luasnya di atas 2 hektar juga menjadi persoalan tersendiri. Solusi awal adalah, duduk bersama korban untuk mengetahui, jika korban ada yang memiliki lahan, maka pemerintah siap membangun rumah di atas lahannya itu. Bagi yang belum punya lahan, kita cari solusinya," katanya.

Belum Ada Kepastian

Sebelumnya, Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Flotim menjelaskan, untuk di Desa Nelelamadike, lahan yang sudah disiapkan seluas 1,5 hektar. Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima kepastian dari kepala desa. Rencanakan, di lokasi itu akan dibangun 50 unit rumah.

Baca juga: Boyong Seluruh Pegawai, Manager ULP PLN Labuan Bajo Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi

Baca juga: Sudah 40 Hektar Lahan Disiapkan Untuk Relokasi Korban Bencana di Lembata

"Kita sudah tinjau lokasinya tapi sampai saat ini kades belum beri kepastian, karena pemilik lahan masih di Kupang. Kami sudah serahkan draft berita acara untuk disesuaikan. Rencananya besok saya minta kepastian," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Menurut dia, struktur lahan yang disiapkan di Nelelamadike terdapat bebatuan besar dengan kondisi tanah landai, yang secara teknis sangat berat. Tetapi sesuai instruksi presiden, pembangunan harus tetap dilakukan.

"Lokasi itu sudah diverifikasi kementrian PUPR untuk mengetahui apakah lokasi tersebut bebas dari jalur bencana atau tidak. Jangan sampai bangun lalu tersapu banjir lagi, itu yang kita tidak harapkan," katanya.

Untuk membangun 300 unit rumah, kata dia, pihak kementerian meminta Pemda menyiapkan 6 hektar lahan.

Ia mengatakan, saat ini untuk di desa Waiburak sudah sudah ada lokasi seluas 2 hektar yang akan dibangun 100 unit rumah. Sedangkan untuk di desa Oyang Barang sudah disiapkan 1 hektar lahan untuk pembangunan 50 unit rumah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved