Provinsi NTT Kaya dengan Potensi Lokal Tanaman Herbal, Simak Penjelasannya, Info

Provinsi NTT Kaya dengan Potensi Lokal Tanaman Herbal, Simak Penjelasannya, Info

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Ket foto : Edy Hayong.
Peserta jambore kesehatan ketika memamerkan produk herbal lokal yang ada di Malaka, Rabu (21/4).  

Provnsi NTT Kaya dengan Potensi Lokal Tanaman Herbal, Simak Penjelasannya, Info

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat kaya akan potensi lokal tanaman herbal. Banyak jenis tanaman lokal apabila dikembangkan secara baik maka bisa mengobati beragam penyakit.

Selama 6 tahun berada di NTT khususnya di Alor, Malaka dan Sumba Timur, UPKM/CD  Bethesda, Jogjakarta memberikan bekal pengetahuan pada kelompok warga untuk mengembangkan potensi lokal yang disediakan alam.

Wakil Direktur Program Layanan Kesehatan Primer dan Inovasi Terapan UPKM/CD Bethesda Yakkum, Jogjakarta, Sukendri Suswanto, S.Pd, M.Kes menyampaikan ini di sela-sela kegiatan di Hotel Ramayana, Betun, Rabu (21/4).

Dikatakan Sukendri, kehadiran lembaga ini di  NTT khususnya di tiga kabupaten yakni Malaka, Alor dan Sumba Timur sudah berjalan selama 6 tahun. Fokus perhatian lembaga ini lebih pada mengangkat potensi lokal untuk dikelola menjadi herbal yang berkhasiat bagi kese

Dia mengakui potensi herbal di NTT memang sangat besar walau beda nama dengan di Jawa. Ada beragam jenis tanaman untuk obat tradisional.

Baca juga: Jadi Duta GenRe 2021 Siswa SMATER Siap Sebarkan Virus Kebaikkan

 Namun, kendala selama ini adalah soal pengenalan terhadap tanaman yang berkhasiat. Walaupun dilihat cuma rumput liar tapi kashiatnya banyak.

 Untuk itu perlu diperkenalkan dan diharapkan bisa menjadikan sebagai apotik keluarga. Selain itu bisa dilakukan lomba antar warga agar mereka tetap merawat dan bertanggung jawab.

Sebelumnya diberitakan, berkenaan dengan akan berakhirnya program pendampingan ini maka diadakan Jambore kesehatan untuk para kader kesehatan, kepala desa, petugas puskesmas saling bertukar pikiran, membagi pengalaman agar pengembangan potensi lokal tidak mati suri.

Menurut Wakil Direktur Program Layanan Kesehatan Primer dan Inovasi Terapan UPKM/CD Bethesda Yakkum, Sukendri,  jambore kesehatan ini merupakan ajang pertemuan para kader kesehatan yang selama ini menjadi mitra Bethesda dan para kepala desa juga tenaga kesehatan yang selama ini berjuang di desa untuk mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terbaik di desa masing-masing.

 Pertemuan bersama ini, katanya, mereka saling sharing pengalaman untuk menghargai potensi alam yang dimiliki agar tetap berkelanjutan terutama di 30 desa yang ada baik di Alor, Malaka dan Sumba Timur.(*)

Peserta jambore kesehatan ketika memamerkan produk herbal lokal yang ada di Malaka, Rabu (21/4). 
Peserta jambore kesehatan ketika memamerkan produk herbal lokal yang ada di Malaka, Rabu (21/4).  (Ket foto : Edy Hayong.)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved