Mitigasi Bencana, PLN akan Perkuat Fondasi dan Bangun Jalur 70 kV dan 150 kV
Badai Siklon Tropis Seroja dua pekan lalu mengakibatkan putusnya sistem kelistrikan di beberapa daerah terdampak
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG – Badai Siklon Tropis Seroja dua pekan lalu mengakibatkan putusnya sistem kelistrikan di beberapa daerah terdampak. Selain kerusakan tiang dan kabel listrik, salah satu menara (tower) untuk menyuplai listrik ke kabupaten se-daratan Timor roboh karena longsor.
Sebagai bentuk mitigasi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyebut akan menempatkan tower-tower yang rawan ke tanah yang lebih stabil dan memperkuat fondasi tapak. PLN pun akan memperkuat sistem kelistrikan Timor dengan membangun dua jalur eksisting 70 kV dan jalur kedua bertegangan 150 kV.
“Tentu saja inspeksi dan pemeliharaan rutin pada jaringan distribusi 20 kV juga akan kami kerjakan. Karena jaringan itulah yang menghubungkan listrik sampai ke rumah-rumah pelanggan,” kata Zulkifli dalam acara Apresiasi kepada Stakeholder dan Tim Recovery Sistem Kelistrikan Pasca Bencana NTT di Gardu Induk Maulafa, Rabu (21/4) siang.
Baca juga: Sebas Mbele: Pengembalian Dana Bergulir di Ende Lamban
Baca juga: Perempuan Ambil Bagian Bangun Keluarga, Bangsa dan Negara
Sebagaimana diinformasikan, PLN telah berhasil menyalakan listrik dari 616.814 pelanggan di NTT dengan presentase pelanggan menyala telah mencapai 97 persen. PLN pun mencatat telah memulihkan 3.857 gardu distribusi dari 4.002 gardu terdampak atau sebesar 96,4 persen. Pencapaian selama 13 hari ini tentu merupakan bentuk sinergitas dari stakeholder, TNI/Polri, masyarakat, dan tak kalah pentingnya adalah relawan PLN.
Tentu saja untuk mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN mengerahkan sebanyak 1.316 personil, juga mendapatkan bantuan dari NTB, Maluku, Sulawesi, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Maka, sebagai bentuk apresiasi kepada relawan dan pejuang kelistrikan itu, PLN memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada mereka, yang diterima secara simbolis oleh lima relawan PLN, yakni Arter (Manado), Simon Rido (Papua), Rustam Ali (Kupang), Rosalia Widia (Palu), dan Alex Lopo (Desa Tunfeu).
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing pun memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras PLN dan kolaborasi bersama semua pihak dan relawan.
Baca juga: Ketua DPRD TTU: Pembahasan LKPJ Sudah Diamanatkan dalam Undang-undang
Baca juga: DPRD Gelar Sidang Khusus Pembahasan LKPJ Pemda TTU Tahun Anggaran 2020
“Kejadian ini membuktikan bahwa semangat gotong royong tak akan hancur dan tetap menjadi karakter kuat bangsa Indonesia,” kata Benediktus dalam sambutannya.
Senada dengan Benediktus, GM PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko juga menyebut bahwa gotong royong akan memberikan manfaat yang sangat besar.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kami akan tetap melanjutkan upaya untuk memulihkan semua sistem,” ujar Jatmiko.
Atas dukungan stakeholder, PLN pun memberikan plakat penghargaan dan bantuan kendaraan operasional berupa motor listrik bagi kelancaran pelayanan terhadap masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mitigasi-bencana-pln-akan-perkuat-fondasi-dan-bangun-jalur-70-kv-dan-150-kv.jpg)