308 Siswa Ikut US di SMPN 2 Langke Rembong, Yakobus : Tidak Ada Istilah Lulus Karena Covid
pihaknya sudah mencantumkan kriteria kelulusan dimana ujian sekolah ini merupakan salah satu kriteria kelulusan siswa.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
308 Siswa Ikut US di SMPN 2 Langke Rembong, Yakobus : Tidak Ada Istilah Lulus Karena Covid
POS-KUPANG.COM | RUTENG--Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di SMPN 2 Langke Rembong Kabupaten Manggarai dilaksanakan dengan tatap muka. Meski demikian tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat.
Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Drs Yakobus Muna Kantor, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 21 April 2021 mengatakan, jumlah siswa peserta yang mengikuti US sebanyak 308 orang dengan rincian laki-laki 130 dan Perompuan 178 orang. Dengan metode pelaksanaan berupa Luar Jaringan (Luring).
"Jadi kami US sistem tatap muka, penentuan Moda/metode ujian itu diberi keleluasaan oleh Dinas Pendidikan untuk memilih Luring atau Daring sehingga kami memilih Luring. Motode ini dipilih berdasarkan hasil pertimbangan dewan guru apalagi ini adalah ujian terakhir siswa kelas 3 selain itu juga pertimbangan jaringan internet,"jelas Yakobus.
Yakobus didampingi Ketua Panitia Ujian Sekolah SMPN 2 Langke Rembong, Benediktus H. Lagut, S.Pd, juga menjelaskan, sebelum pelaksanan US sekolah membuat program persiapan untuk Prosedur Operasional Standar (POS) yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan US. Setelah itu pihaknya membentuk kepanitiaan untuk US, lalu membentuk Juknis pelaksanaan US.
Baca juga: Ini Presentasi Sementara Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai
Dalam POS itu sendiri mengisi sejumlah poin diantaranya US untuk mengukur pencapaian Standar Kompetensi Kelulusan untuk seluruh mata pelajaran. Adapun pesertanya harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai POS ini, diantaranya, pihaknya sudah mencantumkan kriteria kelulusan dimana ujian sekolah ini merupakan salah satu kriteria kelulusan siswa.

"Karena itu tidak ada anggapan bahwa tidak ikut US juga lulus dan tidak ada anggapan/istilah bahwa lulus karena Covid-19,"tegas Yakobus.
Selain itu, peserta harus menduduki semester terakhir di kelas 9, memiliki nilai rapor/penilaian hasil belajar dan juga memiliki nilai sikap atau perilaku.
Yakobus juga menjelaskan, mata pelajaran yang diuji sebanyak 11 mata pelajaran. Pelaksanaan ujian satu hari 2 mata pelajaran berlangsung selama 5 hari terhitung dari tanggal 19 sampai 23 April 2021 dan khusus hari ke-5 untuk 3 mata pelajaran sebab ada mata pelajaran muatan lokal.
Baca juga: Pelaksanaan USBD di SMPN 8 Borong Kabupaten Manggarai Timur Siswa Gunakan Handphone Tablet
"Kami juga siapkan dalam POS itu ada ujian susulan dimulai dari tanggal 3-7 Mei 2021. Tapi sampai saat ini pada hari ketiga US, semua peserta ikut, harapan kita semua pesrta ikut sampai ujian hari terakhir,"ungkap Yakobus.
Untuk soal US, jelas Yakobus, disusun oleh sekolah sendiri berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan oleh sekolah. Jumlah soal untuk mata pelajaran eksakta (Matematika dan IPA) sebanyak 40 nomor sedangkan mata pelajaran non eksakta sebanyak 50 soal.
Yakobus juga menjelaskan, karena pelaksanaan US masih ditengah pandemi Covid-19, maka pihaknya tetap menerapkan Protokol secara ketat dimana siswa wajib mencuci tangan, diukur suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak.
Khusus untuk menjaga jarak, panitia mengatur jarak antara siswa peserta minimal 1,5 meter. Karena itu pihaknya menggunakan 20 Rombel dengan setiap Rombel hanya ditempati 15-16 siswa peserta. Pihak panitia juga menyiapkan hand sanitizer dan dua unit thermo gun.
Baca juga: KPK : MCP Cermin Keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat
Wakasek SMPK Imaculata Ruteng, Sherly Damon, S.Pd, juga kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan pelaksanaan ujian sekolah di sekolah itu pihaknya menggunakan metode Luring dengan tatap muka.
"Awal mulanya kami merencanakan agar US ini secara online, tetapi karena ada beberapa pertimbangan, maka kami memutuskan untuk US tatap muka,"ungkap Sherly.